Batik Satrio Berstandar SNI, Sudah Ekspor ke Berbagai Negara

Batik Satrio
Batik Satrio yang mengedepankan ciri khas batik Banyuwangi, kini sudah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan produknya tersebar di pasar nasional maupun internasional. FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Sentra batik yang berpusat di Dusun Krajan, Desa Seneporejo, Siliragung, Banyuwangi, Batik Satrio kini telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Produknya pun telah tersebar ke pasar nasional seperti Banyuwangi, Jakarta, Bandung, Kalimantan, Sulawesi. Serta diekspor ke pasar mancanegara seperti Prancis, Italia, Haiti dan negara lainnya.

Motif Batik Satrio mengedepankan ciri khas Banyuwangi. Mulai gajah uling, kangkung setingkes, paras gempal, kopi pecah, sekar jagad, dan berbagai motof lainnya. Keunggulannya, selain telah memiliki SNI, karya batik tulisnya warnanya cerah dan berani.

Bahkan desainer Italia, Milo Miliavacca, menggandeng Nanang Edi Supriyono, pemilik Batik Satrio untuk merancang busana muslim dengan warna cerah, yang ditampilkan di Banyuwangi Batik Festival 2017 lalu.

Nanang mengatakan, tiap hari ia mampu memproduksi 50 lembar kain batik dengan mempekerjakan warga di kampungnya, terutama ibu-ibu rumah tangga. Nanang membuat tiga kelompok ibu-ibu rumah tangga untuk mengerjakan batik produksinya.

“Tiap kelompok terdiri minimal 10 orang. Satu kelompok mengerjakan menyanting batik, sedangkan kelompok lainnya menyisir dan mewarnai batik,” kata Nanang kepada Sureplus.id, Selasa (10/07/2018).

Nanang menceritakan, dalam menjalankan usaha yang dirintis sejak 2011 itu sempat merasakan jatuh bangun. “Dulu bahkan sempat bangkrut karena tidak punya modal lagi, dan tidak bisa mendapat kredit dari bank,” kata desainer berambut gondrong ini.

Tapi akhirnya dia berhasil bangkit. Bahkan kini Nanang memiliki dua pabrik pembuatan batik dan dua gerai. Tidak hanya batik, dengan terus berkembangnya Batik Satrio, Nanang juga memiliki kafe yang menjual kopi dan makanan khas Banyuwangi. Selain batik khas Banyuwangi, Nanang juga memproduksi batik Bali. (HENDRO SUCIPTO/AZT)

Editor: Aziz Tri P