Inovasi Tungku Sederhana, Tusina Baraseger Jadi Solusi IKM

Tusina Baraseger atau Tungku Siklon Sederhana Batubara dan Sumber Energi Terbarukan, merupakan tungku sederhana, dengan teknologi pembakaran batubara dan sumber energi terbarukan. FOTO: ESDM.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Nama rancangannya Tusina Baraseger. Ini singkatan dari Tungku Siklon Sederhana Batubara dan Sumber Energi Terbarukan. Bentuknya berupa sebuah tungku sederhana, dengan teknologi pembakaran bersama batubara dan sumber energi terbarukan. Tujuannya sebagai solusi hemat energi bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Kini inovasi Tusina Baraseger yang dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang Tekmira), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut siap melaju di tingkat nasional. Rancangan tersebut masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2018 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Dikutip dari Tim Komunikasi ESDM di esdm.go.id, Senin (09/07/2018), Menteri ESDM Ignasius Jonan mendukung keikutsertaan Tusina Baraseger di kompetisi inovasi publik tersebut dan mendorong supaya penggunaan teknologi Tusina Baraseger dapat lebih luas lagi.

“Kami berupaya supaya bisa memanfaatkan teknologi Tusina Baraseger ini, sehingga bukan hanya menjadi penemuan ilmiah, tetapi menjadi penemuan yang berguna bagi masyarakat”, kata Ignasius Jonan.

Menurut catatan, teknologi Tusina Baraseger mampu melakukan efisiensi energi sebesar 56 persen hingga 69 persen, sehingga sangat potensial digunakan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Selain menawarkan hemat biaya energi, tungku ini juga hemat waktu operasional dan kapasitas produksi yang lebih banyak.

“Sebelumnya saya bisa mengeluarkan biaya Rp 185 ribu untuk membeli gas atau Rp 150 ribu kalau menggunakan kayu bakar. Itu untuk sehari. Tapi sekarang saya hanya mengeluarkan Rp 30 ribu untuk membeli batubara 10 kg dan serbuk gergaji tiga karung,” kata Ade, salah seorang pelaku IKM budidaya jamur tiram yang sudah menggunakan Tusina Baraseger. Sejak diperkenalkan dengan alat ini, kata Ade, ia dapat menghemat pengeluaran per bulan.

Produk tersebut mulai masuk ke pasar nasional dan digawangi para peneliti kelompok batubara Tekmira. Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri menghadapi tahap wawancara dan presentasi untuk bersaing dengan kontestan lain, untuk mendapatkan tempat bergengsi di Top 40 KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) 2018. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P