Suku Bunga KUR Turun, Beberapa UKM Masih Sulit Dapat Kredit

Bantuan pemerintah diharap dapat meningkatkan produktivitas UKM pemula. Sayang, beberapa UKM masih sulit mendapa kredit usaha dari lembaga berwenang. FOTO : DONY MAULANA

SURABAYA-SUREPLUS : Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tiap taun meningkat membuat para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) gigit jari. Beruntung, sejak awal tahun 2018, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memutuskan untuk menurunkan suku bunga KUR dari 9 persen efektif per tahun menjadi 7 persen.

Namun demikian penurunan suku bunga ini masih dirasa memberatkan pelaku UKM. Seperti diketahui, dalam menjalankan usahanya para pelaku UKM pasti membutuhkan permodalan. Hal itu disebabkan banyaknya UKM yang kesulitan menjalankan usahanya terkait masalah modal usaha.

Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi UMKM Jatim, Miming Merina mengungkapkan, tingginya suku bunga KUR jelas jadi beban berat para pelaku UKM. “Apalagi suku bunga KUR dirasakan masih membebani UKM,” cetus Miming saat dikonfirmasi Sureplus, Sabtu (7/5/2018).

Karena pembiayaan usaha UKM sering menjadi kendala, lanjut Miming, maka pemerintah menurunkan suku bunga KUR sejak 1 Januari 2018.

Meskipun demikian, selama ini UKM sulit mendapatkan kredit usaha dari lembaga keuangan, mengingat bidang produksi mempunyai resiko yang tinggi bila dibandingkan dengan bidang perdagangan. Apalagi berbicara soal pinjaman dana KUR bagi UKM yang harus disertai syarat adanya jaminan aset.

“Tentu saja ini sangat memberatkan bagi para pelaku UKM, terutama yang masih pemula,” tegas Miming. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM saat ini tengah melakukan langkah strategis untuk mendukung penguatan modal bagi wirausaha pemula.

Hal tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk mendorong perkembangan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Oleh karena itu, bantuan pemerintah ini diharap dapat meningkatkan produktivitas bagi pelaku UKM pemula. Sedangkan dana bantuan untuk wirausaha pemula ini, ditujukan kepada individu yang memiliki rintisan usaha paling sedikit selama enam bulan, dan diutamakan bagi usaha produksi yang memiliki potensi untuk di kembangkan.

Miming menyebutkan, wirausaha pemula penerima bantuan ini juga belum pernah menerima bantuan dana sejenis dari Kemenkop dan UKM.

Disinggung mengenai persyaratan, ia menjelaskan, usia wirausaha pemula maksimal mencapai 45 tahun, pendidikan paling rendah SMP. Sedangkan mengenai bantuan modal yang diterima sebesar Rp 10 juta sampai Rp 13 juta.

“Adapun persyaratan lain yaitu memiliki KTP, NIK atau surat keterangan domisili yang masih berlaku hingga ijin usaha mikro dan kecil,” terang perempuan yang juga mejabat sebagai Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Jatim ini.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat luas khususnya para pelaku UKM yang harus di perhatikan juga adalah memiliki sertifikat pembekalan kewirausahaan paling lama dua tahun sebelum tahun anggaran ini. Selain itu wirausaha pemula harus memiliki rencana usaha yang dalam proposal di sebutkan informasi usaha, perhitungan rugi laba, rencana penggunaan dana bantuan dan di lengkapi dengan foto kegiatan usaha.

“Nantinya, wirausaha pemula yang telah menerima bantuan dana, akan di monitoring untuk kemanfaatan dana tersebut bagi perkembangan usahanya,” tutup Miming. (DONY MAULANA/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono