Gelar Dagang Nasional Libatkan UMKM dan Dekranasda

Ketua Umum TP PKK, Erni Gurtanti Tjahyo Kumolo, didampingi Plt. Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, saat menghadiri pembukaan Gelar Dagang Nasional 2018 di Kawasan Megamas, Manado. FOTO : BKKBN.GO.ID

MANADO-SUREPLUS : Melengkapi rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV 2018 di Manado, Provinsi Sulawesi Utara, diadakan pula Gelar Dagang Nasional (GDN) di Kawasan Megamas, 5-7 Juli 2018.

Event ini diikuti oleh kementerian dan lembaga, Perwakilan BKKBN, pemerintahan daerah dan PKK provinsi dari seluruh indonesia, Dekranasda, sektor swasta, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

GDN dibuka oleh Ketua Umum TP PKK, Erni Gurtanti Tjahyo Kumolo, didampingi Plt. Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, Gubernur Sulawesi Utara, beserta Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara. Dalam pembukaan ini hadir pula sejumlah pejabat tinggi madya dan pratama BKKBN dan kementerian terkait, ketua PKK seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.

“Pada kegiatan ini ada 147 stand pameran dari kementerian, BKKBN, Dekranasda, dan UMKM yang menyajikan berbagai produk-produk unggulan seperti pakaian, kuliner serta cendera mata yang berasal dari daerah masing-masing,” ujar Ketua Panitia Gelar Dagang dan Pameran HARGANAS XXV 2018, Bintang Puspa Yoga, seperti dikutip di laman bkkbn.go.id.

Sementara Ketua Umum TP PKK, Erni Gurtanti Tjahyo Kumolo dalam sambutannya mengatakan, lewat momentum Hari Keluarga Nasional, kita diingatkan kembali akan pentingnya keluarga sebagai tempat anak membangun karakter, sekaligus menanamkan nilai-nilai sosial budaya.

“Tentunya kegiatan ini akan memberikan peluang besar kepada UMKM untuk pasarkan produknya. Diharapkan pula terjalin komunikasi dan tukar pengalaman pelaku usaha sehingga bisa membangun jaringan lebih luas dan memiliki daya saing baik kualitas maupun kuantitas produk,” jelas Erni.

Pameran dan gelar dagang ini diharap dapat membantu kelompok-kelompok usaha mikro, khususnya Kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera), dan kelompok pemberdayaan lainnya, agar dapat berinteraksi dengan kelompok usaha lainnya.

“Diharapkan terjalin komunikasi dan tukar pengalaman pelaku usaha sehingga bisa membangun jaringan lebih luas dan memiliki daya saing baik kualitas maupun kuantitas produk,” tambahnya.

Untuk itu ia meminta jajaran PKK dan BKKBN untuk terus melakukan pendampingan usaha mikro di daerah masing-masing agar bisa lebih meningkat. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono