Sharp Batalkan Penjualan Saham Senilai 1,8 Miliar Dolar AS

SURABAYA-SUREPLUS: Perusahaan elektronik raksasa asal Jepang Sharp baru saja membatalkan rencananya untuk menerbitkan saham baru senilai lebih kurang 1,8 miliar dolar AS menyusul meningkatnya ketegangan perdagangan antara dua poros ekonomi terbesar dunia.

“Tingkat ketidakstabilan pasar saham telah meningkat karena gesekan perdagangan antara Amerika Serikat dan China,” ujar perusahaan elektronik Jepang itu dalam sebuah pernyataan pada Jumat (29/6/2018) seperti dikutip dari CNN.

Dalam kondisi seperti saat ini, penjualan saham yang diajukan “tidak memaksimalkan manfaat dari para pemangku kepentingannya,” tambah perusahaan ini.

Sebelumnya, penjualan saham diumumkan pada 5 Juni. Ini merupakan bagian dari restrukturisasi Sharp setelah saham mayoritas Sharp diakuisisi oleh Foxconn Taiwan pada tahun 2016 senilai Rp 46 triliun.

Terlepas dari itu, perusahaan tersebut meyakini pembatalan tersebut tidak akan berdampak pada bisnis Sharp dalam waktu dekat.

Investor Sharp (SHCAY) menyambut senang pengumuman tersebut, karena saham melonjak lebih dari 15 persen pada hari Jumat (29/6/2018). Ini peningkatan bagi Sharp, karena sebelumnya harga saham perusahaan telah turun lebih dari 17 persen sejak latihan peningkatan modal diumumkan.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir pasar global semakin bergejolak menyusul ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington yang meningkat dengan cepat. Amerika Serikat dan Cina telah mengumumkan tarif baru untuk impor senilai puluhan miliar dolar. Kebijakan baru ini akan berlaku efektif pada 6 Juli mendatang.(CNN/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas