Nilai IPO Xiaomi di Bursa Hong Kong Menyusut

Ilustrasi. FOTO: PCWORLD

SURABAYA-SUREPLUS: Perusahaan produsen ponsel pintar asal China Xiaomi akan menaikkan sekitar 36 miliar dolar Hong Kong (4,7 miliar dolar AS) setelah menetapkan harga penawaran publiknya di dasar kisaran yang direncanakan. Hal itu diungkapkan oleh orang yang akrab dengan IPO pada CNNMoney, Jumat (29/6/2018).

Awal tahun ini, Xiaomi dilaporkan berusaha mengumpulkan sebanyak 10 miliar dolar AS dari IPO. Namun saat mengumumkan rincian IPO akhir pekan lalu, Xiaomi meyakini IPO tersebut bisa mendatangkan sebanyak 6,1 miliar dolar AS.
Namun rendahnya respon pada penawaran yang mereka ajukan sebelumnya, perusahaan ini akhirnnya memutuskan untuk menerbitkan sekitar 2,2 miliar saham dengan harga 17 dolar Hong Kong (2,17 dolar AS). Xiaomi telah memasarkan saham itu di kisaran 17 dan 22 dolar Hong Kong.
IPO Xiaomi sendiri dinilai sekitar 54 miliar, jauh di bawah valuasi hampir 100 miliar dolar AS di awal tahun ini. Nilai itu juga bukan lompatan besar jika dibandingkan dengan valuasi 45 miliar dolar AS pada akhir 2014.
Penjualan saham Xiaomi melemah menyusul gejolak pasar saham yang dipicu oleh kekhawatiran meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Memanasnya hubungan perdagangan ini berakar pada keprihatinan AS pada ambisi teknologi Cina dan surplus perdagangan China yang cukup besar dengan AS.
Selain itu, seorang analis mengatakan, investor mungkin khawatir tentang potensi Xiaomi untuk meningkatkan margin laba di masa depan, mengingat banyaknya penjualan smartphone Xiaomi di bawah harga pasaran ponsel pintar lainnya.
Xiaomi sendiri sudah mengupayakan cara lain untuk mendapatkan valuasi yang lebih tinggi dengan menyatakan diri sebagai bisnis layanan internet, alih-alih produsen perangkat keras. Tetapi tampaknya gagal membujuk investor untuk membayar premi untuk itu.(CNN/ZAL)
Editor: Fahrizal Arnas