Jaga Momentum Ekonomi Nasional dan Penguatan SDM

Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara
Menkeu Sri Mulyani menyampaikan Pemerintah mendorong terciptanya iklim investasi yang baik. Termasuk mendorong kemampuan ekspor. Tampak aktivitas ekspor impor di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI

JAKARTA-SUREPLUS: Prioritas dan strategi Pemerintah atas pengantar Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2019 dipaparkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Rapat Paripurna dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Gedung Nusantara II, Kamis (31/05/2018) lalu.

Menurut pemaparan Sri Mulyani, Pemerintah akan tetap fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur, mengoptimalkan fiskal sebagai instrumen menjaga momentum ekonomi Indonesia serta meredam gejolak ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian.

“Untuk tahun 2019 kami tetap akan fokus perekonomian nasional. Momentumnya dijaga meskipun suasana dari lingkungan globalnya tidak mampu kita cegah,” kata Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip dari berita kemenkeu.go.id, Senin (04/06/2018).

Lebih lanjut dikatakan Menkeu, Pemerintah akan tetap fokus pada penguatan SDM dan pembangunan infrastruktur yang produktif. Juga akan menggunakan fiskal sebagai suatu instrumen untuk menjaga dari gejolak yang terus terjadi. “Sehingga kita perlu untuk meningkatkan yang disebut fiscal space,” kata Menkeu.

Selain itu, Menkeu juga menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang baik di Indonesia, mendorong kemampuan ekspor dan menjaga defisit fiskal pada level yang cukup aman.

“Kita juga melakukan penyiapan litigasi dan mendorong investasi dan ekspor melalui insentif kemudahan usaha dan tentu dalam hal menjaga perbaikan dari belanja negara. Defisit akan dijaga selalu pada tingkat cukup aman sehingga pembiayaan bisa menimbulkan confident problem baik dari sisi dalam maupun luar negeri,” katanya.

Menkeu Sri Mulyani juga menyebutkan potensi pertumbuhan ekonomi didasarkan pada beberapa perkembangan yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Pemerintah sependapat dengan pandangan dan masukan anggota Dewan bahwa ke depan Pemerintah harus lebih berhati-hati dan cermat dalam menyusun kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional,” ungkapnya. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P