Sentra Batik Tenun Gedog Tuban Capai 1.234 Unit

[caption id="attachment_2706" align="aligncenter" width="800"]Batik Gedog Sentra kerajinan batik tenun khas Tuban, atau Batik Gedog kini telah mencapai 1.234 unit dan mampu menampung 1.701 tenaga kerja yang terdapat di beberapa wilayah pedesaan. FOTO: JATIMPROV.GO.ID[/caption]

TUBAN-SUREPLUS: Selain bertujuan melestarikan budaya, sentra kerajinan di daerah juga ikut mengembangkan perekonomian di daerah yang bersangkutan. Contohnya, sentra kerajinan batik tenun khas Tuban, atau dikenal sebagai Batik Gedog yang kini telah mencapai 1.234 unit. Besarnya unit tersebut mampu menampung 1.701 tenaga kerja yang terdapat di beberapa wilayah pedesaan.

“Inilah salah satu alasan Dekranasda Jatim mengembangkan unit-unit kerajinan di Jatim, termasuk Batik Gedog. Selain upaya pengembangan ekonomi daerah, pelestarian budaya, dan sebagainya,” kata Ketua Dekranasda Prov Jatim, Nina Soekarwo, saat Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan TP PKK di Pendopo Krido Manunggal Kab Tuban, Kamis (03/05/2018) pagi.

Seperti dikutp dari situs jatimprov.go.id, Kamis (03/05/2018), Bude Karwo sapaan akrab Nina Soekarwo, yakin hal tersebut terdukung oleh keunikan dari Batik Gedog itu sendiri. Bahkan perajin batik di Tuban pun secara turun temurun membatik pada kain tenun.

Lebih lanjut disampaikannya, keunikan yang bisa dijumpai seperti pada proses pembuatan Batik Gedog membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Sebab perajin batik harus melewati proses panjang seperti memintal benang, menenun, membatik dan melakukan pewarnaan dengan bahan alami.

“Batik Tenun Gedog Tuban adalah satu jenis batik Indonesia yang memiliki keunikan sendiri. Gedog berasal dari bunyi dog-dog yang berasal dari alat menenun batik,” jelasnya.

Maka Bude Karwo pun mengapresiasi Ketua Umum Dekranas melalui program sinergi program kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM drngan Dekranas dan TP PKK yang telah membantu pembinaan dan pengembangan perajin Batik Tenun Gedog yang ada di Kabupaten Tuban. Diharapkan, melalui program tersebut mampu memberikan inspirasi dan semangat bagi pelestarian dan pengembangan Batik Tenun Gedog.

Bude Karwo juga memaparkan bahwa Dekranasda Prov. Jatim terus melakukan fasilitasi terhadap UKM di Jatim. Adapun kegiatan yang dilakukan terkait fasilitasi selama tahun 2017 antara lain bimbingan teknis kepada 520 UKM kerajinan, seperti pelatihan mutu batik tulis warna alam, peningkatan mutu produk kulit dan alas kaki, peningkatan mutu dan desain bordir.

Selain itu, juga dilakukan pengembangan usaha kepada 170 perajin melalui pengembangan kewirausahaan perajin kualitas produk sulam, handycraft, perajin batik tenun gedog. Fasilitasi ISO, SNI, HAKI, dan Batik Mark juga diberikan kepada 847 UKM.

Dekranasda Prov Jatim, lanjutnya, telah memfasilitasi pameran kepada UKM Jatim khususnya pada produk batik, bordir, aksesoris dan kerajinan kulit pada Pameran Jatim Fair 2017, Batik Bordir dan Aksesoris 2017, Pameran International Jewellery Fair 2017, Surabaya International Jewellery Fair 2017, dan Festival Indonesia 2017 di Moscow Rusia.

Ketua Umum Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla, mengatakan pengembangan batik tenun gedog Tuban merupakan salah satu pelaksanaan program prioritas Dekranas. Program prioritas yang dimaksud adalah pengembangan tenun di enam daerah, antara lain Tuban, Bangka Belitung, Donggala, Sintang, Sabu NTT, dan Kalimantan Timur. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar