Sarana Digital, Solusi Polemik Sopir Online dan Tradisional

[caption id="attachment_2788" align="aligncenter" width="800"]Uji Kompetensi Pengemudi Bus Kediri Raya Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim meminta Pemkot maupun Pemkab Kediri menyiapkan sarana digital untuk meningkatkan kompetensi sopir angkot tradisional. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Pemkot maupun Pemkab Kediri diminta menyiapkan sarana digital yang modern untuk meningkatkan kompetensi bagi sopir angkutan kota tradisional. "Hal ini supaya para sopir angkot tradisional atau MPU ini mampu bersaing dengan pengemudi online," kata Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim, Said Sutomo saat menghadiri Uji Kompetensi Pengemudi Bus Kediri Raya, di Hotel Penataran Asta, Kota Kediri, Jumat (04/05/2018).

Menurut ia, sarana digital sangat penting diwujudkan seiring masih berlanjutnya polemik antara sopir angkutan kota atau angkot tradisional dengan pengemudi online. Bahkan, hal ini untuk mengatasi munculnya aksi lanjutan dari para pengemudi MPU pada masa mendatang. "Termasuk, tindakan para pengemudi MPU maupun angkot yang tidak terima sehingga menggelar sweeping terhadap rivalnya, yakni para pengemudi online," katanya.

Said menyarankan, ketersediaan prasarana ini bisa berupa aplikasi online yang dapat diakses secara mudah dan murah oleh setiap sopir angkot tradisional. Kemudian, pihak pemerintah daerah yang berwenang mensosialisasikan aplikasi online ini adalah Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.

"Pada era saat ini, sudah sepantasnya para sopir angkot tradisional ini menambah kualitas SDM mereka. Misalnya dengan belajar lebih melek teknologi dan mau menggunakan aplikasi online, demi mengikuti perkembangan zaman modern," katanya.

Said optimistis, dengan memanfaatkan aplikasi online ini maka langkah tersebut, bakal memberikan keuntungan bagi masyarakat dan sopir angkot tersebut. "Dari sisi konsumen, mereka cukup mengakses aplikasi online guna mengetahui ada tidaknya atau jam berapa operasional mobil angkutan umum di sekitarnya," katanya.

Kemudian, Said meyakini, dengan cara ini pula maka seorang pengemudi angkot tradisional bakal mengalami kenaikan omzet ataupun setoran hariannya. Dengan demikian, persaingan bisnis transportasi di kawasan ini akan terwujud semakin sehat pada masa mendatang. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar