Program IF/Then Dukung Pembuat Film Dokumenter Pendek

[caption id="attachment_2872" align="aligncenter" width="800"]Tribeca Film Institute Tribeca Film Institute, institusi film utama Amerika yang didirikan aktor Robert De Niro, menciptakan program IF/Then untuk mendukung para pembuat film dokumenter pendek. FOTO: BEKRAF.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Cerita dapat menginsiprasi manusia dan mengubah dunia. Tetapi, banyak cerita penting yang tidak sempat menyentuh hidup orang banyak karena tidak terhubung pada platform yang tepat.

Tribeca Film Institute, institusi film utama Amerika yang didirikan aktor Robert De Niro, menciptakan program IF/Then untuk mendukung para pembuat film dokumenter pendek, sehingga karya mereka dapat dinikmati penonton seluruh dunia.

Seperti dikutip dari bekraf.go.id, Kamis (03/05/2018), Bekraf bekerja sama dengan In-Docs dan Tribeca Film Institute membawa program ini ke Indonesia, untuk mendukung film dokumenter lokal dan Asia Tenggara mendapatkan mentorship, pendanaan dan distribusi global.

Sebanyak 17 film dokumenter pendek dari lima negara Asia Tenggara, termasuk sembilan dari Indonesia, terpilih untuk mengikuti Story Development Workshop dari program IF/Then di Asia Tenggara.

Pada tanggal 4-6 Mei 2018 mereka mendapatkan pelatihan dari mentor-mentor internasional di Jakarta dan berkompetisi untuk maju ke babak final di Bali. Mereka akan bersaing mendapatkan pendanaan dan dukungan distribusi internasional.

Dari 17 proyek film yang masuk babak semi finalis, tujuh hingga 10 film akan meneruskan proses pengembangan cerita dan mengikuti workshop tambahan di Bali pada tanggal 2-5 Agustus 2018.

Di akhir program IF/then, empat film dari Asia Tenggara akan memenangkan hibah dana sebesar masing-masing Rp 100 juta. Selain empat pemenang hibah dana, satu film akan memenangkan hibah produksi dari Al Jazeera yang juga kesempatan ditayangkan di channel Al Jazeera.

Lima pemenang program ini juga akan mendapat dukungan mentorship dan distribusi dari Tribeca. Film-film pemenang akan dipromosikan ke partner-partner distribusi Tribeca Film Institute, seperti POV, The Guardian, The New York Times, Netflix, ITVS, iTunes, Vimeo dan banyak lagi yang lain.

Proyek-proyek film dokumenter IF/Then mengangkat berbagai kisah yang mengajak kita menjadi masyarakat yang lebih berwawasan, peduli, punya nurani. Dengan dukungan program IF/Then, para pembuat film yang ingin cerita-cerita ini mendapat perhatian lebih akan mampu bercerita dengan lebih menarik.

Mereka akan mendapatkan pendanaan untuk merealisasikan cerita mereka dengan kualitas internasional, dan akan terhubung dengan platform-platform distribusi dari seluruh dunia yang merupakan mitra Tribeca Film Institute. Di Indonesia, In-Docs akan menjadi katalis distribusi dalam negeri, sehingga cerita-cerita ini mendapat penonton yang luas di Indonesia.

Direktur IF/Then dari Tribeca Film Institute Mridu Chandra menyatakan, keinginan Tribeca bekerja sama para penggerak ekonomi kreatif di Indonesia ini dilandasi rasa hormat yang mendalam atas melimpahnya kisah-kisah menyentuh yang belum terceritakan dari kawasan ini.

“Program IF/Then di luar Amerika baru ada di dua kawasan, yaitu Eropa Timur dan Asia Tenggara. Ini merupakan bukti bahwa ada kebutuhan kolektif dan kapasitas kawasan untuk menciptakan dan mempromosikan cerita-ceritanya,” kata Mridu Chandra.

Bekraf sebagai penggerak ekonomi kreatif Indonesia menjadi tuan rumah program ini karena IF/Then sesuai dengan misi Bekraf untuk memberdayakan pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. “IF/Then adalah platform unik yang memadukan mentorship, pendanaan, dan distribusi untuk film dokumenter pendek. Misi mereka amat sejalan dengan harapan Bekraf mendukung karya-karya pembuat film Indonesia mencapai distribusi global,” papar Triawan Munaf, Ketua Bekraf. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar