Pesona Kursi Santai Tongki, Terinspirasi Rumah Adat Tongkonan

[caption id="attachment_2615" align="aligncenter" width="800"]Tongki RA Ferrani Inveztia, mahasiswi Departemen Desain Produk Industri ITS yang membuat Tongki, desain kursi santai dan mampu menjuarai lomba desain kursi Bharatika. FOTO: ITS.AC.ID[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, kerap menantang mahasiswa untuk menghasilkan karya yang diakui masyarakat luas. Begitu juga dengan RA Ferrani Inveztia, mahasiswa Departemen Desain Produk Industri ITS.

Ferrani berhasil menggabungkan nuansa teknologi dengan seni dan warisan budaya Nusantara yang diimplementasikan dalam karya bernama Tongki. Apa itu? Tongki merupakan desain kursi yang nyaman diduduki sehingga menghadirkan kesan betah untuk berkumpul bersama keluarga.

Seperti dikutip dari Media Center ITS di its.ac.id, Selasa (01/05/2018), karya Fea, sapaan akrab Ferrani Inveztia, tersebut diikutsertakan dalam kompetisi desain Bharatika di Universitas Kristen Petra Surabaya beberapa waktu lalu.

Kala itu Fea, dituntut untuk membuat desain kursi yang mampu menghadirkan kesan betah di dalamnya. Fea pun menerjemahkan kata betah sebagai kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga. “Duduk di teras bersama keluarga kala senja, ditemani secangkir teh hangat, membuat betah untuk saling bercerita,” ungkap Fea.

Desain single seat buatan perempuan asal Yogyakarta ini terinspirasi oleh rumah adat Tongkonan dari tanah Toraja. Nama Tongkonan sendiri berasal dari kata tongkon, yang memiliki makna duduk bersama, sehingga sangat selaras dengan ide desain yang dimilikinya.

Finalis Indonesia Footware Creative Competition 2017 ini pun mempresentasikan rumah Tongkonan lewat bentuk sandaran dan arm rest dalam desain kursinya. Sentuhan warna putih cerah yang dipadukan dengan corak natural dari kayu jati Belanda membuat Tongki terlihat sederhana dan ringan, namun tetap elegan untuk dipakai di rumah, apartemen, bahkan hotel.

Selain memiliki desain yang elegan, Tongki juga lebih siap secara komersial. Pasalnya, kursi ini dirancang menggunakan sistem knockdown, sehingga lebih efisien dalam proses distribusi. “Konsep kursi bongkar pasang seperti ini juga mampu mempermudah penyimpanannya jika tidak digunakan,” tutur Fea.

Pesona kursi Tongki mampu menghasilkan gelar juara dalam ajang Bharatika, di cabang lomba desain kursi untuk kategori desain interior. Meski dihinggapi rasa kurang percaya diri saat tahu terpilih sebagai finalis, Fea akhirnya menjadi juara.

“Desain dari finalis lain menurutku banyak yang bagus dan berani main bentuk, sempat membuatku minder. Tapi syukur perasaan itu bisa teratasi,” pungkas Fea. (PRS/AZT)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar