Pertama di Asia, Apple Bangun Pusat Inovasi di Tangerang

[caption id="attachment_2908" align="aligncenter" width="800"]PT Apple Indonesia PT Apple Indonesia merealisasikan komitmennya untuk membangun pusat inovasi di Tanah Air. Pusat inovasi Apple di Tangerang ini ditargetkan menghasilkan 200 developer per tahun. FOTO: KEMENPERIN.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: PT Apple Indonesia telah merealisasikan komitmennya untuk membangun pusat inovasi di Tanah Air. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memacu kegiatan penelitian dan pengembangan di dalam negeri.

“Pusat inovasi yang dibangun Apple ini ditargetkan mampu menghasilkan 200 developer per tahun. Diharapkan, para developer ini dapat memberikan manfaat di tengah perkembangan era revolusi industri 4.0 di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada Peresmian Fasilitas iOS Developer Academy di BSD City, Tangerang, Senin (07/05/2018).

Seperti dikutip dari Siaran Pers Kemenperin di situs kemenperin.go.id, Senin (07/05/2018),

pusat inovasi di Tangerang seluas 1.500 meter persegi ini merupakan fasilitas inkubator untuk pengembangan aplikasi Apple yang pertama di Asia, dan ketiga di dunia setelah Brasil dan Italia. Pada tahap awal, Apple Developer Academy Indonesia baru menerima 75 siswa. Seluruhnya merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (Binus).

“Sekarang baru pre-launch, nanti grand launch di bulan Juni,” lanjut Menperin. Selain di Tangerang, rencananya PT Apple Indonesia membangun dua pusat inovasi lagi. “Lokasi berikutnya, di Pulau Jawa tetapi di luar wilayah Jabodetabek serta akan mendirikan di luar Jawa,” ungkapnya.

Airlangga menyatakan, setelah semua beroperasi penuh, siapa pun bisa berkesempatan mendaftar di sekolah ilmu pemrograman khusus ekosistem aplikasi Apple tersebut atau terbuka untuk umum. Bahkan masuk di sekolah ini gratis alias tanpa dipungut biaya serta dapat beasiswa. “Dan bagusnya lagi, di sistem akademi Apple ini, pemegang hak patennya adalah para student,” tegasnya.

Menteri Airlangga menyampaikan, untuk memenuhi ketentuan regulasi mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), PT Apple Indonesia memilih skema penghitungan TKDN berbasis pengembangan inovasi. “Untuk membangun tiga pusat inovasi, total investasi mereka senilai 44 juta dolar AS dalam jangka waktu tiga tahun sejak 2017,” ungkapnya.

Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menambahkan, kehadiran akademi Apple ini tidak akan bersaing langsung dengan developer lokal. “Karena menggunakan basis sistem pengajaran iOS. Tahap awal memang dengan Universitas Binus, tetapi berikutnya untuk semua orang,” jelasnya.

Rudiantara menambahkan, PT Apple Indonesia bakal mendatangkan mentor ilmu pemrograman dari berbagai belahan dunia untuk mengajar siswa-siswi di Indonesia. “Mentornya nanti dari berbagai regional Apple, ada yang dari Brasil, Italia, Cupertino dan lainnya,” ujarnya. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar