Menkeu: Auditor Internal Harus Jaga Profesionalisme

[caption id="attachment_2690" align="aligncenter" width="800"]Auditor internal Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan di rangkaian acara Pembukaan Rakerpim Tengah Tahun 2018 Itjen Kementerian Keuangan, Rabu (02/05/2018). FOTO: KEMENKEU.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Auditor internal harus terus menjaga profesionalismenya, dengan mencontoh tidak hanya sistem di dalam negeri tetapi juga yang dianut sistem global. Penegasan itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Pembukaan Rakerpim Tengah Tahun 2018 Itjen Kementerian Keuangan, Rabu (02/05/2018).

"Jadi artinya adalah penekanan Anda sudah profesional, dan profesionalisme itu perlu di-sustain dengan terus melakukan benchmarking terhadap apa yang kita lakukan di sini, dengan banyak internal auditor di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia saja," kata Menkeu.

Di Indonesia, Kemenkeu adalah pembina internal auditor seluruh Indonesia, sehingga apabila Itjen tidak melakukan pembinaan secara baik maka dapat berpengaruh terhadap kualitas auditor yang dibina.

"Kalau Kementerian Keuangan memiliki degree of competency profesionalism dan juga integrity yang tinggi maka kita juga bisa menarik banyak sekali internal audit di seluruh Indonesia untuk menjadi bagus," harapnya.

Inspektorat Jenderal menyiapkan metodologi yang mencakup penerapan perencanaan pengawasan tahunan berbasis risiko; penyusunan risk and control matriks klien pengawasan, pengujian pengendalian dan substantif, pemanfaatan teknik data analitik serta penyeragaman penyusunan simpulan hasil pengawasan.

Menkeu mengingatkan bahwa perekonomian berubah sangat pesat dan banyak sekali tercipta ide baru, inovasi dan teknologi yang akan menciptakan suatu perubahan transformasi. Maka Itjen sebagai bagian dari bendahara umum negara juga harus memastikan tata kelola dan keuangan negara bisa digunakan untuk kemakmuran rakyat.

"Kita sebagai bendahara umum negara tidak hanya sekedar bagaimana mengurus keuangan negara, tapi kita adalah suatu agent yang harus membuat policy dan juga harus make sure bahwa good governance tata kelola dan keuangan negara bisa digunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat yang berkeadilan," ujar Menkeu Sri Mulyani. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar