Memaknai Hardiknas dengan Semangat Ki Hajar Dewantara

[caption id="attachment_2744" align="aligncenter" width="800"]dunia pendidikan di Tanah Air Peringatan Hardiknas Tahun 2018, di Situs Dalem Pojok Soekarno, di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jumat (04/05/2018). Beragam kegiatan pun digelar. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Tiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Momentum ini pula sering menjadi tonggak untuk membangkitkan dunia pendidikan di Tanah Air.

Seperti halnya dengan menerapkan warisan pemikiran dari Pahlawan Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yang memiliki semangat dan terus mendarah daging di hati generasi penerus Bangsa Indonesia.

"Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Semangat Ki Hajar inilah yang terus kami dengungkan bagi pelajar," kata Pengelola Situs Persada Soekarno, Kushartono, saat menggelar Peringatan Hardiknas Tahun 2018, di Situs Dalem Pojok Soekarno, di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jumat (04/05/2018).

Pada peringatan Hardiknas tahun ini, Kushartono memiliki serangkaian agenda yang diharapkan mampu menambah bekal pengetahuan dan kompetensi bagi setiap pelajar. Selain mengadakan Upacara Bendera, pihaknya juga mengundang pakar bisnis untuk berbagi pengalaman mengelola usaha mereka.

Dia mencontohkan, dari pelatihan usaha membatik, fotografi, perfilman dan sektor pertanian. Ada pula pelatihan menjadi masyarakat Jawa yang memiliki Tata Krama. Untuk pelatihan menjadi pengusaha sukses, dilakukan bersama R Kuswartono selaku Ketua UKM Jombang dan Juara Usaha Kreatif Tingkat Jawa Timur.

Kemudian, kiat menjadi Petani Cerdas, Hemat, dan Sehat dengan Tanaman Sendiri, bersama pakar pertanian yakni Jayandari Purnomowati, serta Diklat Perfilman bersama Cak Mad, sang penggiat Perfilman Nasional.

Sementara itu, di lokasi ini pula tampak hadir Ki Wisnu Ardianto, Ahli Waris atau Cucu Raden Kartowibowo yang merupakan suami dari Kakak Ki Hajar Dewantara. "Ki Wisnu Ardianto berkesempatan membuka dan membacakan sejumlah surat tangan asli dari Ki Hajar Dewantara di hadapan para peserta upacara," kata Kushartono.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, bahwa salah satu pesan Ki Hajar adalah agar generasi penerus bangsa ini selalu memperjuangkan cita-cita mereka dengan dibekali keinginan luhur.

Sementara itu, pada acara ini terlihat sedikit perbedaan dengan peringatan Hardiknas tahun lalu. Pada tahun 2017, sempat diwarnai penerbangan 2.000 balon ke udara oleh ribuan pelajar di mana balon-balon ini berisikan impian para pelajar.

"Nah, kalau tahun ini, usai digelar Upacara Bendera maka para peserta upacara diajak mengikuti berbagai pelatihan menjadi pengusaha mandiri yang diajarkan oleh para ahli bisnis di bidangnya," katanya.

Dia berharap, ke depan pelatihan bisnis ini dapat menjadi modal tambahan bagi masyarakat, terutama bagi pelajar di Kediri Raya yang hadir pada peringatan Hardiknas, di rumah masa kecil Bung Karno tersebut. Apalagi, usai lulus dari pendidikannya maka mereka tak harus mencari kerja, tapi justru mampu membuka lapangan kerja secara mandiri. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar