Manfaatkan Air Laut Kangean, Kosmetik Bio Sea Rambah Swedia

[caption id="attachment_2741" align="aligncenter" width="800"] Fitri Irawan, pengusaha UKM Fortune Enterprise dengan produk kosmetik bermerek Bio Sea yang proses pembuatannya memanfaatkan mineral air laut Pulau Kangean. FOTO: SUREPLUS/RAHMAD SURYADI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai kekayaan alam sangat beragam. Mulai laut, darat maupun hamparan penggunungan yang amat luas. Salah satunya Pulau Kangean, Madura. Perlu kita ketahui, menurut hasil penelitian LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), pulau ini memiliki kadar kandungan mineral air laut tertinggi di Indonesia.

Maka tak jarang para produsen kecantikan berbondong-bondong pergi ke pulau ini, guna memanfaatkan kandungan air mineral laut tersebut untuk campuran bahan dasar produknya. Tak terkecuali Fitri Irawan. Fitri sapaan akrabnya, adalah pengusaha UKM Fortune Enterprise dengan produk kosmetik bermerek Bio Sea.

Fitri bercerita, sudah 13 tahun ia menjadi karyawan perusahaan kosmetik. Ketika itu, perempuan alumni Pendidikan Apoteker Universitas Widya Mandala (UWM) Surabaya ini, melihat orang Jepang sedang melakukan penelitian di pulau Kangean.

“Awalnya peneliti dari Jepang yang menemukan. Kemudian secara rutin mereka mengambil air laut di sana untuk dibawa ke Jepang dan diolah menjadi berbagai produk kecantikan. Dari situ saya berfikir kenapa tidak saya saja yang melakukan sendiri? Ini kekayaan alam milik kita kok,” cerita Fitri pada Sureplus.id, ketika ditemui di workshopnya, di kawasan Ruko Jaya Harmoni Sidoarjo, Selasa (01/05/2018) siang.

Semenjak itu, Fitri mulai serius menggeluti dunia bisnisnya ini. Bahkan pada 2013 ia memutuskan untuk keluar dari dunia pekerjaannnya. Bukan perkara mudah menemukan formula yang cocok untuk produknya. Karena ia harus meramu dengan takaran yang pas, agar air mineral laut menjadi produk kecantikan yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Salah satu sifat mineral adalah mengurai struktur zat yang dicampuri. Sabun padat misalnya, akan langsung mencair bila ditetesi mineral,” jelasnya.

Setelah tahapan penelitian dan penemuan ramuan itu selesai. Fitri pun mencoba mempromosikan melalui door to door dari satu komunitas ke komunitas lain. Produk pertama yang ia buat adalah sabun cair dan skin moisturizer. Bahkan kedua produknya ini, berhasil merambah pasar internasional.

“Respon pasar ternyata cukup bagus, terutama dari luar negeri. Kami ekspor ke Swedia karena dianggap cocok untuk mengatasi kulit kering akibat suhu dingin. Kami terkejut. Apalagi di sana produk kami diuji lagi. Dan hasilnya masuk label kategori intensive cream. Ini adalah grade tertinggi dalam uji kosmetik di sana,” tuturnya

Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan pesanan. Semakin bertambah pula jumlah karyawan yang dipekerjakan. Bila semula ditangani sendiri, kini Fitri memiliki puluhan karyawan.

Area pemasarannya pun meluas ke berbagai pulau-pulau besar di seluruh Indonesia, seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. “Alhamduliah omset dari tahun ke tahun semakin meningkat, sekarang per bulan bisa mencapai Rp 50 juta. Dan saya selalu mendonasikan sebagian kecil rezeki saya untuk saya untuk progam pendidikan di Kangean,” pungkasnya. (RAHMAD SURYADI/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar