Kreatif, Celana Jeans Bekas Disulap Jadi Tas Unik

[caption id="attachment_2734" align="aligncenter" width="800"]ide dari tumpukan sampah Abdul Qodir dengan tas-tas unik yang dibuatnya dari bahan celana jeans bekas. Ia memulai bisnisnya itu di Desa Peganden, Manyar, Gresik. FOTO: SUREPLUS/SAHLUL FAHMI[/caption]

GRESIK-SUREPLUS: Ide atau inspirasi bisa datang dari mana saja, bahkan bisa datang dari tempat pembuangan akhir (TPA) sekalipun. Abdul Qodir adalah salah seorang yang mendapatkan ide dari tumpukan sampah di TPA yang justru kini menjadi bisnisnya.

Laki-laki asal Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik itu dulunya seorang pekerja di tempat pembuangan akhir. Hampir tiap hari dirinya melihat aneka macam sampah yang bagi sebagian besar orang dianggap tak lagi memiliki nilai.

Dari berbagai macam sampah itu Qodir lantas tertarik karena melihat banyaknya celana jeans bekas yang tiap hari turut dibakar. Dari situlah pria berusia 34 tahun itu timbul ide memodifikasi jeans bekas menjadi sebuah tas. "Motivasinya tentu untuk mengurangi limbah dan menjadikan barang yang sebelumnya tak bernilai menjadi bernilai," kata Qodir.

Dengan memanfaatkan jeans-jeans bekas miliknya, Qodir lalu mencoba berkreasi membuat tas berbahan celana jeans bekas. Tak terlalu sulit bagi Qodir karena pada dasarnya dia telah memiliki keahlian menjahit. "Setelah jadi ternyata banyak yang suka," ucap Qodir kepada Sureplus.id, Jumat (04/05/2018).

Dari situ lalu teman-temanya juga minta untuk dibuatkan tas, tentunya dari bahan jeans bekas masing-masing. Lama-lama kelamaan peminatnya kian bertambah. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya pesanan yang diterima oleh Qodir. "Syaratnya pemesan membawa bahan jeans bekasnya sendiri," ujarnya.

Mengenai tarifnya Qodir mematok harga antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu yang ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan pengerjaannya. Ada pun jenis tas yang dibuatnya sejauh ini adalah tas selempang, tas ransel bahkan tas wanita. "Macam macam bentuknya, tergantung keinginan pemesan. Tapi selama ini tas selempang yang paling banyak digemari," imbuh Qodir. (SAHLUL FAHMI/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar