Jonan Jalankan Demokrasi di Sektor Pertambangan

[caption id="attachment_2915" align="aligncenter" width="800"]subsektor pertambangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, punya jurus khusus menjalankan nilai-nilai demokrasi di Indonesia, terutama di subsektor pertambangan. FOTO: ESDM.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SURAPLUS: Memaknai momen spesial 20 tahun reformasi pada 21 Mei 2018 nanti, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan punya jurus khusus dalam menjalankan nilai-nilai demokrasi di Indonesia, terutama di subsektor pertambangan.

Seperti dikutip dari Tim Komunikasi ESDM di situs esdm.go.id, Minggu (06/05/2018), Menteri Jonan menguraikan tentang keterlibatan masyarakat lokal setempat dalam kegiatan pertambangan.

"Semua kegiatan pertambangan, kami minta untuk tidak melupakan masyarakat di sekitar pertambangan" jelas Jonan di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (05/05/2018).

Hal ini dilakukan Jonan agar masyarakat setempat memiliki rasa kepemilikan (sense of ownership) terhadap kegiatan pertambangan. Ia tidak mau masyarakat setempat tidak merasakan kebermanfaatan atas kegiatan yang berada di wilayah mereka. "Kalau sense of ownershipnya ada, itu semestinya proses demokrasinya berjalan," imbuh Jonan.

Freeport misalnya, Jonan menegaskan, perusahaan tersebut harus menyesuaikan perkembangan zaman dengan tidak melakukan kegiatan pertambangan yang eksklusif. "Platform politik dan platform sosial masyarakat Indonesia sudah berubah," jelas Jonan.

Pelaku usaha pertambangan semestinya tidak sepihak dalam menentukan keputusan usaha mereka. Untuk itu, perusahaan pertambangan harus melibatkan para pekerja hingga masyarakat, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar