Jeli Tangkap Peluang, Berbisnis Sepatu Bekas Merk Adidas

[caption id="attachment_2612" align="aligncenter" width="800"]bisnis sepatu bekas Display sepatu-sepatu bekas merk Adidas di toko @badkidstore milik Kahfi. Dari bisnisnya tersebut, mahasiswa Prodi Antropologi FISIP Unair ini meraup untung lumayan besar. FOTO: NEWS.UNAIR.AC.ID[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Kejelian menangkap peluang, menjadikan Kahfi sukses mengawali bisnis yang menjanjikan. Bahkan ide kreatifnya justru bermula dari hal-hal yang jarang dilirik orang. Apa itu? Kahfi menangkap peluang bisnis dari penjualan sepatu-sepatu bekas merk kenamaan.

Seperti dikutip dari news.unair.ac.id, Rabu (02/05/2018), dari bisnis sepatu bekas tersebut, Kahfi, mahasiswa Prodi Antropologi FISIP Unair, Surabaya mampu meraup untung lumayan besar tiap bulannya.

Sepatu bekas yang dijadikan lahan bisnis Kahfi adalah merk internasional Adidas. Usaha yang diberi nama @badkidstore itu berawal dari cita-cita Kahfi yang ingin menjadi pengusaha serta memanfaatkan munculnya peluang yang ada.

“Awalnya dari membaca peluang yang belum ada di Surabaya. Aku bawa sepatu bekas ini karena di Surabaya jarang yang jualan sepatu bekas bermerk,” kata Kahfi.

Sepatu-sepatu yang dibawa, lanjut Kahfi, sudah tidak ada lagi di Indonesia. Sekalinya orang Indonesia mau beli, harus memesan dari luar negeri. Namun, berkat usaha yang ia geluti, Kahfi mampu menyediakannya. Satu pasang sepatu, dibanderol dengan harga Rp 550 ribu sampai Rp 850 ribu.

Saat ini, Kahfi sudah memiliki toko di Surabaya, yakni berlokasi kawasan di Jl Gayungan, Perumahan Gayungan Residence, Surabaya. Selain Surabaya, Kahfi juuga menyediakan barang untuk customer dari Malang.

Menjalani bisnis sepatu bekas merek Adidas sudah dijalani Kahfi sejak tahun 2015. Ia mengaku, lebih tertarik menciptakan lapangan pekerjaan daripada mencari pekerjaan. Bahkan katanya, banyak pengalaman menyenangkan yang didapat selama berbisnis. Ia merasa sedang mekakukan hobi yang dibayar.

“Aku suka dengan brand Adidas ini. Jadi dulu sempat ngumpulin seri sepatunya satu satu. Ternyata sekarang bisa menghasilkan uang,” katanya. “Senangnya bisa ke luar negeri juga untuk memilih langsung barang di sana. Enak juga kerja sambil liburan dan refreshing,” tambahnya.

Setiap bulan @badkidstore mampu mendatangkan 300 hingga 500 pasang sepatu. Tak hanya menjual satuan, @badkidstore juga melayani borongan. Tujuannya, membuka peluang bagi orang-orang yang ingin menjual kembali atau memulai usaha yang sama.

Ditanya mengenai cita-cita jangka panjang, Kahfi mengatakan, ia ingin menjadi distributor untuk @badkidstore. Ia juga berkeinginan dapat membuka toko di tiga kota besar seperti Bali, Jakarta, dan Jogjakarta. “Jadi di setiap daerah di Indonesia yang jual sepatu bekas dengan merek Adidas, itu saya yang supply barangnya,” ungkap mahasiswa angkatan 2014 itu. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar