Inflasi Kota Kediri Mencapai 0,14 Persen

[caption id="attachment_2881" align="aligncenter" width="800"]Kota Kediri mengalami inflasi BPS Kota Kediri mencatat pada bulan April 2018 Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat pada bulan April 2018 Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. Hal ini sesuai dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama April lalu yang naik menjadi 127,59 poin, dibandingkan dengan IHK Maret lalu sebesar 127,41 poin.

Menurut Ellyn T. Brahmana, Kepala BPS Kota Kediri, bahwa dari 8 kota IHK di Jawa Timur, sebanyak 7 daerah di antaranya mengalami inflasi. Yang mana pencapaian inflasi tertinggi, tampak di Jember sebesar 0,40 persen.

"Sementara, Kabupaten Sumenep merupakan satu-satunya daerah di Jawa Timur yang mengalami deflasi yaitu sebesar 0,02 persen," kata Ellyn T. Brahmana, Kepala BPS Kota Kediri, Senin (7/5/2018).

Berikutnya, jelas dia, inflasi di Kota Kediri pada bulan April 2018 lebih dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga konsumen dari beberapa kelompok pengeluaran. Seperti halnya, Kelompok Bahan Makanan yang naik sebesar 0,37
persen.

"Namun secara umum, pasokan bahan pangan di lokasi ini aman jelang Ramadhan mendatang," katanya.

Terkait komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi di Kota Kediri ini, ulas dia, pada bulan April 2018 antara lain kenaikan harga bawang merah dan bensin. Lalu, termasuk pula kenaikan harga telur ayam ras, cabai merah, nangka muda, daging ayam ras, dan emas perhiasan.

"Kemudian, kenaikan harga rokok kretek filter, gula pasir, dan daging sapi," katanya.

Sementara, lanjut Ellyn, komoditas yang memberikan tekanan terbesar terhadap inflasi di Kota Kediri ini pada bulan April lalu antara lain bawang putih, beras, dan kacang panjang. Selain itu, cabai rawit, jeruk, bayam, Ikan Nila, tomat sayur, apel, dan buncis.

Perlu diketahui, inflasi Kota Kediri pada tahun kalender tercapai sebesar 0,65 persen, sedangkan inflasi periode 'year on year' yakni April 2018 terhadap April 2017 lalu mencapai 2,17 persen. (AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas

Posting Komentar

0 Komentar