Go-Food Festival Dukung UMKM Kuliner Surabaya

[caption id="attachment_2791" align="aligncenter" width="800"]Go-Food Festival Go-Food, layanan pesan-antar makanan di aplikasi Go-Jek, menggelar Go-Food Festival di Surabaya sejak Kamis (03/05/2018) lalu hingga 28 April 2019 mendatang. FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Berkomitmen mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kuliner untuk meningkatkan skala bisnisnya, maka Go-Food, layanan pesan-antar makanan di aplikasi Go-Jek, menggelar Go-Food Festival di Surabaya.

Sebanyak 30 merchant terlibat menyajikan produk kuliner mereka dari Kamis (03/05/2018) lalu hingga 28 April 2019 mendatang. Sebelumnya ajang serupa telah sukses digelar di enam kota, yaitu Jakarta, Bogor, Bekasi, Cirebon, Makassar dan Palembang,

“Gelaran Go-Food Festival ini bentuk apresiasi Go-Food terhadap tingginya minat pengusaha merchant untuk tumbuh besar memajukan UMKM kuliner lndonesia,” kata Fathia Syarif, Strategic Regional Head Go-Jek East Java Bali Nusra dalam konferensi pers Go-Food Festival, Jumat (04/05/2018).

Melalui kemitraan yang telah terbangun selama ini, Go-Food kini tumbuh menjadi salah satu penyedia layanan antar makanan terbesar di dunia, di luar China. Juga bekerja sama dengan lebih dari 125 ribu merchant di 50 kota se-Indonesia.

"Saat ini, 80 persen merchant partner Go-Food merupakan pengusaha kuliner yang masuk kategori pengusaha kecil dan menengah. Pendanaan serta networking menjadi fokus tantangan mereka. Maka Go-Food Festival hadir untuk menjembatani tantangan tersebut,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bayu Wibowo, Regional Marketing Manager Go-Jek Surabaya menambahkan, ada beberapa kunci penting yang membedakan Go-Food dengan layanan pesan antar makan lainnya. “Jangkauan pemesanan Go-Food luas. Masyarakat bisa membeli kuliner yang diinginkan dari mana saja asalkan tidak lebih dari 25 kilometer,” kata Bayu.

Menurut data yang dikumpulkan dari berbagal sumber, Surabaya saat ini menempati posisi kota termaju kedua di Indonesia setelah Jakarta. Ini dilihat dari jumlah penduduk dan kekuatan ekonominya. Artinya, banyak potensi yang bisa digali dari Surabaya, yang juga merupakan salah satu pusat industri dan perdagangan terbesar di Indonesia.

“Pemkot Surabaya sedang gencar meningkatkan target kunjungan wisatawan ke Surabaya. Maka jumlah wisatawan diharapkan terus meningkat dengan bertambahnya destinasi baru, yaitu pusat kuliner Go-Food Festival ini dan semakin banyak yang dapat menikmati kuliner khas Surabaya. Seperti, lontong balap, semanggi, sate klopo, rawon, rujak cingur, bebek goreng, lontong kikil maupun lapis spiku,” katanya.

Go-Food Festival yang berlangsung sepanjang satu tahun di Grand City Surabaya ini menghadirkan berbagai atraksi dan pertunjukkan menarik tiap akhir pekan. Tiap Jumat ada acara nonton film bareng, Sabtu ada live music.

“Sementara di hari Minggu ada berbagai program menarik untuk anak-anak yang bisa menghabiskan waktunya untuk berkreasi dan bermain sambil menikmati jajanan yang menggugah selera dari merchant Go-Food Festival,” katanya. (AKBAR INSANI/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar