Dorong Investasi Sektor Industri Plastik dan Karet

[caption id="attachment_2681" align="aligncenter" width="800"]investasi industri plastik dan karet Pengembangan industri plastik dan karet di Indonesia diyakini masih cukup prospektif. Tampak aktivitas di salah satu pabrik plastik di Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Peningkatan investasi industri plastik dan karet terus didorong oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Mulai sektor hulu sampai hilir. Tujuannya untuk memperkuat struktur manufaktur agar mampu mendongkrak nilai tambah dan mengurangi bahan baku impor.

“Industri plastik dan karet merupakan backbone yang sangat terkait dengan industri-industri lain, sehingga dapat menopang pembangunan nasional,” kata Sekjen Kemenperin Haris Munandar mewakili Menteri Perindustrian pada pembukaan Pameran Produk Industri Plastik dan Karet Hilir di Plasa Pameran Industri, Jakarta, Rabu (02/05/2018).

Seperti dikutip dari Siaran Pers Kemenperin di kemenperin.go.id, Rabu (02/05/2018), upaya untuk menarik investor itu, menurut Haris, pemerintah telah mengeluarkan berbagai program dan kebijakan strategis dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Juga memberikan kemudahan untuk beragam perizinan.

“Misalnya, insentif bagi industri padat karya berorientasi eskpor, serta industri yang mengembangkan inovasi dan vokasi. Kemenperin juga telah memfasilitasi beberapa pembangunan kawasan industri yang terpadu, terutama di luar Jawa,” ungkapnya.

Haris menyebutkan, peran penting produk plastik dan karet karena dibutuhkan sektor-sektor manufaktur strategis secara terintegrasi, antara lain industri pangan, permesinan, otomotif, dan elektronika. “Maka berdasarkan UU Perindustrian dan RIPIN, pemerintah dan stakeholders bersinergi dalam memacu produktivitas dan daya saing industri tersebut,” ujarnya.

Pengembangan industri plastik dan karet di Indonesia diyakini masih cukup prospektif. Saat ini, potensi industri plastik nasional, didukung dengan jumlah 925 perusahaan yang memiliki total produksi mencapai 4,68 juta ton per tahun untuk berbagai produk plastik dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 37.327 orang.

“Sekarang permintaan produk plastik nasional sebesar 4,6 juta ton, meningkat lima persen dalam lima tahun terakhir,” ungkapnya. Haris berharap, produk plastik lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar internasional.

Sementara itu, untuk komoditas karet, Indonesia merupakan salah satu negara utama penghasil karet alam dengan produksi sebesar 4 juta ton per tahun. Produksi karet alam nasional masih dapat ditingkatkan mengingat potensi lahan yang ada mencapai 3,5 juta hektare. Selain itu, didukung oleh program penelitian dan pengembangan (Litbang) yang dilakukan oleh pemerintah, institusi pendidikan maupun pihak swasta.

"Produk ban merupakan salah satu komoditas andalan ekspor dengan 70 persen total produksi diperuntukkan bagi pasar ekspor dan nilai ekspor mencapai 1,5 miliar dolar AS per tahun," katanya. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar