Bekraf Gelar PRFP, Dukung Pengembangan Film di Daerah

[caption id="attachment_2876" align="aligncenter" width="800"]Pekan Raya Film Pantura Bekraf saat memberi keterangan kepada media massa seusai acara pembukaan Pekan Raya Film Pantura (PRFP) di Premiere Hotel Tegal, Jumat (04/05/2018) malam. FOTO: BEKRAF.GO.ID[/caption]

TEGAL-SUREPLUS: Pekan Raya Film Pantura (PRFP) digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sebagai puncak kegiatan pelatihan film yang diadakan di empat kota, yakni Brebes, Tegal, Slawi dan Pemalang. Acara yang baru kali pertama ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem film di daerah.

Seperti dikutip dari Siaran Pers Bekraf di bekraf.go.id, Sabtu (05/05/2018), PRFP ditujukan untuk kalangan pelajar karena banyak bibit pelaku industri film, mulai terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah.

Hal ini terlihat dari banyaknya film dokumenter maupun film pendek yang dibuat oleh pelajar di Tanah Air. Peserta acara yang diadakan pada Jumat hingga Minggu ini, merupakan perwakilan pemenang ide terbaik dari masing-masing kabupaten/kota dan perwakilan komunitas film.

Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyu Sulistianti, menyampaikan, PRFP merupakan salah satu bentuk implementasi pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di daerah. Hal ini juga sebagai lanjutan kerja sama Bekraf dengan kabupaten dan kota yang telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU). Pelaksanaan PRFP juga merupakan keinginan pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan potensi di subsektor film.

Dia menilai Pantura memiliki potensi kuat dalam story telling atau cerita mengenai kebudayaan lokal yang bisa diangkat ke film. Selain itu, banyak bakat yang mumpuni dalam mengembangkan industri film, salah satunya melalui komunitas.

“PRFP merupakan ajang pengembangan kapasitas dan jejaring para pelaku perfilman daerah dengan nasional. Harapannya setelah ini, komunitas perfilman di kawasan Pantura bisa menjadi motor penggerak atau lokomotif bagi berkembangnya subsektor ekraf lainnya bagi masyarakat, khususnya di kawasan Pantura,” ungkap Endah.

PRFP dimeriahkan pemutaran film dan master class. Di sesi master class, peserta akan mendapat pelatihan mengenai penulisan skenario hingga produksi vlog menggunakan smartphone.

Sejumlah narasumber ternama mengisi sesi master class, diantaranya Batara Goempar (Cameraman), Ajish Dibyo (Produser), Rahabi Mandra (Penulis Naskah), Kelvin Nugroho (Editor dan Penyunting Film), dan Emil Heradi (Sutradara). Selain itu, ada juga Tim FFD untuk film dokumenter.

Bekraf sangat concern mendukung perkembangan film karena masuk dalam tiga program prioritas. Subsektor film, animasi, dan video menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif (ekraf) sebanyak Rp 1,35 miliar. Industri film nasional pun terus berkembang dengan bertambahnya layar bioskop di Indonesia menjadi lebih dari 1.500 layar sehingga jumlah penonton naik hampir tiga kali lipat dalam waktu dua tahun. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri p

Posting Komentar

0 Komentar