Wisatawan Asing Ramaikan Bazaar Ramadhan di Kota Kediri

Bazaar Ramadhan 2018
Bazaar Ramadhan 2018 di Kota Kediri. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah, masyarakat di Kota Kediri mempunyai cara khusus dalam memeriahkan bulan penuh rahmat ini.

Salah satunya pada Bazaar Ramadhan 2018, yang digelar di salah satu hotel berbintang di Kota Kediri. Bazaar ini diadakan mulai tanggal 14 Mei ini hingga pasca Lebaran mendatang.

Menariknya, karena perhelatan ini berada di kawasan hotel bintang empat maka para pembeli di Bazaar Ramadhan ini umumnya adalah orang asing. Mereka merupakan para tamu hotel yang berasal dari berbagai negara.

Menurut Yuni Ari Ekowati, Pengelola Bazaar Ramadhan di Hotel Grand Surya Kediri, sampai sekarang jumlah pembeli dari wisatawan asing sangatlah banyak. Misalnya saja dari Singapura, Jerman, hingga Belanda. Namun, ada pula sejumlah pembeli lokal baik dari dalam Kediri hingga luar kota.

“Meskipun agama para wisatawan asing ini umumnya bukan Islam, tapi para wisatawan ini sangatlah antusias selama berkunjung di Bazaar Ramadhan ini. Apalagi, mereka dapat menjumpai aneka kerajinan unik dan menarik,” kata Yuni, Pengelola Bazaar Ramadhan, di Grand Surya Hotel Kediri, Rabu (16/5/2018).

Kalau awalnya, mereka sekadar lihat-lihat ataupun penasaran dengan aneka produk kerajinan asal Jawa Timur ini, tapi setelah memperoleh penjelasan lebih lanjut dan manfaat produk, para pengunjung ini langsung mengajak teman lainnya untuk membeli.

Dari ribuan item pernak-pernik bernuansa Ramadhan di kawasan ini, pembeli asing itu paling menggemari ragam produk kerajinan tangan yang dibuat secara alami atau natural.

“Misalnya saja alat memasak dari bahan kayu, seperti centong kayu, pembuka botol, serta alat pijat dari kayu,” katanya.

Ditambahkan oleh perempuan penuh semangat ini, Yuni menyampaikan, berbagai produk yang dipajangnya ini, memang didatangkan dari sejumlah UMKM unggulan di Jawa Timur. Ada yang dari dalam Kedir, Batu, Malang, hingga Surabaya.

Namun, untuk bisa ikut Bazaar Ramadhan ini ragam produk UMKM tersebut harus diseleksi secara ketat. Ada yang menitipkan aneka camilan khas daerah, sambal ikan laut, kopi Luwak, olahan cokelat, mukena, jilbab lukis, lukisan sejarah Kota Kediri, hingga beragam aksesoris kalung dari bahan kayu.

Alhasil dari upayanya ini, dalam satu hari omzetnya bisa mencapai jutaan Rupiah. Bahkan performanya ini juga dibantu oleh sejumlah tenaga terampil dari Kota Kediri, yang ditugaskan untuk mengurus administrasi hingga menata display produk supaya menarik perhatian pengunjung lokal maupun mancanegara. (AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas