Palm Recidence Group Andalkan Perkembangan Perluasan Lahan

Palm Recidence Group
Palm Recidence Group terus melakukan berbagai upaya untuk memasarkan proyek pembangunan pengembangan kota mandiri di kawasan Surabaya Barat. FOTO: SUREPLUS/RAHMAD SURYADI

SURABAYA-SUREPLUS: Sinar Mas Land melalui anak perusahaannya yakni Palm Recidence Group terus melakukan berbagai upaya untuk memasarkan proyek pembangunan pengembangan kota mandiri di kawasan Surabaya Barat.

Perumahan dengan luas sekitar 400 hektar ini, mengedepankan perluasan lahan yang begitu besar serta akses akomodasi lingkar barat dengan rute Romokalisari sampai kemudahan akses Surabaya Mojokerto.

“Selain luas lahan yang melimpah, kita juga akan mengembangkan lebih besar lagi di daerah utara perumahan, seperti industri dan pergudangan,” Tutur Rudy Suharto, Staff Marketing Perumahan Residence Oasis, pada Sureplus.id ketika ditemui di Pemeran Hasanah Griya Expo, Minggu (13/05/2018).

Rudy menjelaskan, bahwa Strategi marketing yang diterapkan hampis sama dengan developer-developer lain, seperti promo diskon keringannan dp serta lokasi yang lebih premier. Namun yang membedakan ialah adanya keringanan dp dan bonus-bonus tambahan lainnya.

“Secara umum promo semua properti hampir sama. Namun keunggulan utama kita yaitu ada bonus fasilitas semacam taman kanopi dan AC. Juga keringanan Palm ini terletak di angsuran yang semakin panjang, dulu hanya tiga kali, sekarang sampai 12 kali. Itu sebagai salah satu bentuk memudahkan konsumen dalam hal angsuran,” jelasnya.

Dari segi model dan desain, Palm Oasis lebih spesifik mengikuti tren yang sudah ada dan dikombinasikan dengan idealisme artistik sekaligus mengamati perkembangan pasar. “Kombinasi dan idealis itu penting, karena itu sebagai bentuk strategi market kita. Namun harus peka terhadap tren. Nanti kita desain aneh-aneh, takutnya tidak diterima pasar,” jelas Rudy.

Menurutnya tren rumah pada 2018 ini sudah berani mengeluarkan produk dengan variasi model yang unik. Tren sekarang yaitu membangun rumah dengan mengadopsi dari apartemen, mulai dari segi desain dan model.

“Ruangannya seperti apartemen tapi ada tanahnya, tapi tanahnya kecil-kecil, dengan ukuran 5×10 4×10,” ujar pria berkacamata ini.

Di era yang semakin maju ini, Beberapa developer besar sudah mempersiapkan pendanaan untuk ekspansi besar-besaran. Namun adanya masa-masa pilkada turut memengaruhi perekonomian developer, dampaknya perkembangan terganggu. “Masih belum berani jor-joran karena menunggu presidennya siapa. Karena beda pemimpin beda pula kebijakan yang diterapkan,” papar Rudy.

Terkait kerjasama dengan BNI Syariah, pihaknya merasa terbantu karena penerapan bunga dalam sistem syariah tidak floating dan tidak mengikuti suku bunga seperti bank konvensional.(RAHMAD SURYADI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas