Beber Manfaat Go Public dan Peningkatan Perekonomian Global

BCA Sekuritas
Go public dinilai sangat membantu perkembangan dan perluasan potensi pasar serta cermat untuk mengelola roda perputaran kinerja perusahaan. FOTO: SUREPLUS/RAHMAD SURYADI

SURABAYA-SUREPLUS: Untuk menunjang dan mendorong pertumbuhan pasar perusahaan, Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Bank Central Asia, menggelar workshop dengan tajuk ‘Road to Go Pubic’ dengan menggandeng Bank Central Asia (BCA) dan BCA Sekuritas.

Acara yang di helat di Ballroom 3 Hotel Sheraton Surabaya ini, bertujuan memberikan awarnness dan konsultasi teknis terkait proses tahapan go public. Serta menambah kapasitas kredit dari debitur komersial Bank BCA.

Ratna Yanti, Kepala Kantor Wilayah III Bank BCA menjelaskan, bahwa adanya sistem go public ini sangat membantu perkembangan dan perluasan potensi pasar serta cermat untuk mengelola roda perputaran kinerja perusahaan.

“Dengan kita menjadi perusahaan publik, maka perusahaan akan lebih dikenal dan kita punya potensi perusahaan yang lebih besar, dengan itu masyarakat luas akan lebih mengenal perusahaan kita,” jelasnya, pada Senin (14/05/2018).

Dari segi pembiayaan dari Bank BCA sangat terbuka, karena semakin banyak perusahaan yang masuk tentunya tak sedikit pula para investor yang tertarik untuk menjalin mitra kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

“Kalau dulu para PT ini kawan-kawan investornya tidak seberapa banyak, dengan go public otomatis akan menambah relasi investor, mulai dari dalam maupun luar negeri. Karena ini cakupannya sangat luas,” katanya.

Sebagian besar perusahaan hanya memprioritaskan keuntungan semata, namun tidak diiringi tata kelola perusahaan yang baik dan benar. Tak jarang, terkadang banyak perusahaan yang tertinggal dengan usaha yang mereka kelola, dikarenakan perusahan tersebut tidak pernah di update dan ketinggalan. “Dampaknya usahanya maju, namun PT-nya keteteran,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya go public ini dapat membantu perusahaan agar lebih mandiri mengelolah perusahaannya. “Karena misi go public, intinya memperluas pertumbuhan perusahaan agar menjadi lebih besar dan semakin besar,” lanjut ia.

Sedangkan Nicky Hogan, selaku Direktur Pengembangan BEI menjelaskan, adanya peningkatan perekonomian global di BEI. Dikarenakan pertumbuhan perusahaan dan investor yang masuk selalu mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya.

Tercatat pada 2018 di kuartal pertama, sebanyak 48 perusahaan yang menyampaikan ketergantungan pada BEI mengalami peningkatan pendapatan dibanding tahun 2017 dengan periode yang sama. “Perekonomian global sekarang ini sangat dinamis termasuk juga trend harga saham gabungan BEI,” kata Nicky.

Nicky pun membeberkan hasil presentase kenaikan dari tiap tahun ke tahun. “Sering saya informasikan terjadi kenaikan double digit untuk nilai aset sekitr 10,9 persen, dengan total pendapatan 11 persen labah bersih 21,15 persen.

Sedangkan dari segi transaksi di bursa, tiap tahun terus mengalami peningkatan. misal dalam dua tahun terakhir. Pada 2017 mencapai Rp 7,5 triliun per hari, kini meningkat menjadi 30 persen. Terhitung dari tiga bulan pertama ini menembus angka Rp 8,8 triliun per hari.

Kapitalisasi pasar terus mengalami kenaikan dengan diiringi pula semakin bertambahnya para investor yang masuk. Jadi total investor yang masuk di pasar modal BEI tercatat 690 ribu total investor saham.

“Kalau kita lihat dari sisi total keseluruhan yang masuk sudah mencapai 1,2 juta investor, dibandingkan dua tiga tahun yang lalu, karena total investor di BEI pada waktu itu jauh di bawah 500 ribu,” tutupnya. (RAHMAD SURYADI/AZT)

Editor; Aziz Tri P