XL Axiata Lebih Cepat Selesaikan Penataan Ulang Frekuensi 2100 MHz

[caption id="attachment_1734" align="aligncenter" width="800"]penataan ulang blok frekuensi Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya. XL Axiata ternyata lebih cepat menyelesaikan proses penataan ulang blok frekuensi 2100 MHz. FOTO: XL AXIATA[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Proses refarming atau penataan ulang blok frekuensi 2100 MHz yang dilakukan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), ternyata berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal semula. Bahkan selama proses penataan ulang, tidak ada kendala berarti yang terjadi.

Proses terakhir berlangsung di sejumlah area di wilayah Jawa Barat. Jangka waktu penataan ulang frekuensi yang dilakukan oleh XL Axiata berlangsung lebih cepat 16 hari dari waktu semula yang telah ditetapkan, yaitu 25 April 2018.

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya mengatakan, pihaknya bersyukur tidak ada kendala berarti selama proses eksekusi penataan ulang frekuensi berlangsung. “Proses eksekusi berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal dan jaringan tetap beroperasi secara normal,” kata Yessie D Yosetya seperti dikutip dari Siaran Pers XL Axiata, Rabu (11/04/2018).

Yessie melanjutkan, eksekusi penataan ulang frekuensi yang lebih singkat memungkinkan XL Axiata dapat segera meningkatkan layanan kepada pelanggan dengan mengoptimalkan penggunaan spektrum 4G yang lebih lebar. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk memberikan layanan internet cepat pita lebar (broadband) yang lebih maksimal kepada masyarakat.

Proses penataan ulang frekuensi 2100 MHz telah dimulai pada tanggal 15 Januari 2018 di area Papua, Maluku, dan Sulawesi. Team teknis XL Axiata telah memiliki pengalaman yang sangat baik terkait eksekusi penataan frekuensi, setelah sebelumnya juga telah berhasil mengeksekusi penataan ulang pada spektrum 1800 MHz.

Selain itu, teknis proses penataan ulang frekuensi yang dilakukan saat ini jauh lebih sederhana, sehingga dapat diselesaikan lebih cepat tanpa kendala. Refarming merupakan proses penataan ulang dari penempatan blok frekuensi oleh seluruh operator, sehingga pada posisi akhir setelah proses penataan ini, seluruh blok frekuensi yang ditempati oleh masing masing operator akan berurutan.

Sehingga lebih efisien untuk menggelar layanan broadband. Secara keseluruhan, proses refarming yang dilakukan seluruh operator berakhir pada tanggal 11 April 2018. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar