Warisan Nusantara Disajikan Berbeda

[caption id="attachment_1517" align="aligncenter" width="800"]Herbaroota Produk jamu herbal bernama Herbaroota. FOTO: SUREPLUS.ID/RAHMAD SURYADI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Indonesia dikenal dengan keelokan budaya dan hasil buminya, salah satunya rempah-rempah. Karena khasiatnya yang tinggi, rempah-rempah kerap diolah menjadi ramuan atau jamu. Bagi masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Timur, tentu tak asing dengan jenis minuman tradisional tersebut. Sebab hingga kini tak sedikit masyarakat yang masih mengonsumsinya.

Jamu tradisional memang terkenal dengan manfaatnya bagi kesehatan lantaran kealamian proses maupun bahan dasar pembuatannya. Seperti diketahui, jamu terbuat dari olahan bahan-bahan alami, yang terdiri dari bagian tumbuh-tumbuhan, seperti akar, daun, kulit, maupun batang dari tanaman. Jamu sendiri telah menjadi ciri khas minuman tradisional warisan nusantara ini.

Di Surabaya, terdapat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jamu herbal bernama Herbaroota. Pada dasarnya Herbaroota menjual jamu tradisional yang dijual pada umumnya. Namun yang membedakan, UKM ini hanya menjual sari bubuk jamu instan yang siap saji saja dan dikemas secara praktis dalam bentuk kemasan kaleng plastik. “Orang Indonesia itu sukanya yang simpel, instan dan tidak mau ribet,” tutur Yuyun Sulistyowarni, owner Herbaroota

Jenis-jenis produk Herbaroota antara lain Jahe merah, kunyit putih, temu lawak. Dan ada juga ekstrak tanpa dicampuri gula untuk penderita diabetes. “Sebenarnya jenis-jenisnya banyak, tapi saya lebih menonjolkan sari bubuknya. Karena itu ciri khas dari usaha saya,” ujar wanita tiga orang anak ini.

Proses pengolahan bubuk ekstrak ini lumayan mudah. Pertama-tama ketiga jenis rempah tadi dicuci sampai bersih. Lalu diparut, diambil sarinya dan dimasak dengan gula. Setelah itu dipanaskan hingga sari rempah dan gula tersebut sampai membentuk butiran kristal.

Setelah kering, butiran kristal digongso hingga lembut sampai menjadi bubuk ekstrak. Ketika semua tahapan tersebut sudah terlalui, maka barulah proses terakhir yaitu dimasukan dalam bentuk kemasan.

Selain berjualan jamu herbal, kini Herbaroota sudah berinovasi untuk membuat jajanan roti bakpia, “Selain jualan jamu herbal, saya mencoba berinovasi. Awalnya saya coba bikin bakpia lalu saya jual ke tetangga-tetangga saya. Ternyata laku banyak, dari situ pula saya memutuskan untuk memproduksi bakpia lebih banyak lagi,” tutupnya.(SURYA/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar