Walikota Risma Siapkan Strategi, Antisipasi Lonjakan Harga

[caption id="attachment_2367" align="aligncenter" width="800"]harga kebutuhan bahan pokok Walikota Surabaya, Tri Rismaharini diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (25/04/2018). Risma menjelaskan beberapa strategi mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadhan 1439 H. FOTO: SURABAYA.GO.ID[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Walikota Surabaya, Tri Rismaharini sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi kemungkinan melambungnya harga kebutuhan bahan pokok menjelang datangnya bulan Ramadhan 1439 Hijriah, pertengahan Mei nanti.

“Kita siapkan pasar murah, bazar UKM, roadshow Pahlawan Ekonomi di 20 lokasi,” kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di ruang kerjanya, Rabu (25/04/2018) kepada sejumlah wartawan, seperti dikutip dari situs surabaya.go.id.

Ditanya apakah OPD terkait sudah menyiapkan konsep ini untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, Risma menyatakan sudah melakukan mapping terkait kegiatan semacam ini, untuk meredam tingginya harga kebutuhan bahan pokok. “Insya Allah minggu depan sudah bisa dilaksanakan,” tandas Risma.

Saat memasuki bulan Ramadhan, dirinya juga menghimbau kepada warga Surabaya agar berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan jangan terlalu memaksa. “Yang terpenting persiapkan hati dan pikiran dengan bersih menyambut bulan yang penuh dengan kesuciaan ini,” pungkasnya.

Sementara menjelang pergantian musim, Tri Rismaharini membuat surat edaran kepada beberapa OPD, terkait antispasi panen bagi para petani dan kebakaran. Para ketua RT dan RW, lurah dan Camat se-Surabaya juga diberi surat edaran agar terus bergerak menginformasikan kepada setiap warga, utamanya dalam mengantisipasi kebakaran.

Risma meminta kepada pihak Dinas Pertanian untuk membuat sekaligus melaporkan hasil konsep dalam mengatasi musim kemarau bagi para petani di Surabaya. “Terkait bagaimana cara penyiraman saat musim kemarau, agar bisa panen meskipun musim kemarau,” katanya.

Lebih lanjut, Walikota Risma juga memantau potensi timbulnya kebakaran saat musim kemarau. Salah satunya alang-alang yang gampang terbakar saat kemarau. “Saya meminta kepada Dinas Kebakaran dan RT serta RW agar menyampaikan dan menghimbau warganya,” ujarnya.

Walikota juga memerintahan lurah dan camat untuk memantau lokasi atau bangunan yang dapat menimbulkan kebakaran. “Saya minta para Camat dan Lurah agar menginventariskan lahan kosong yang akan berpotensi kebakaran,” tegas Risma.

Ada pun imbauan dari Walikota Surabaya kepada seluruh Camat dan Lurah, agar memberitahukan kepada warga terkait pencegahan penyakit demam berdarah (DB). Baginya, penyakit ini sering menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan, penyakit ini berpotensi menghilangkan nyawa seseorang.

Untuk itu, lanjut Risma, para Lurah dan Camat diharapkan terus bergerak menyisir setiap kampung agar tidak ada warga yang terserang penyakit berbahaya tersebut. “Korban DB tidak hanya menyerang orang yang tinggal di kampung, tetapi perumahan-perumahan elit perlu diingatkan,” pungkasnya. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar