Wabup Qosim Pantau Pelaksanaan UNBK SMP di Gresik

[caption id="attachment_2203" align="aligncenter" width="800"]SMP dan Tsanawiyah Wabup Gresik, Dr Mohammad Qosim memberikan motivasi kepada para murid SMP yang akan memulai UNBK, Senin (23/04/2018). FOTO: SUREPLUS/SAHLUL FAHMI[/caption]

GRESIK-SUREPLUS: Mulai Senin (23/04/2018) pagi ini, sebanyak 19.568 siswa SMP dan Tsanawiyah di 247 lembaga se-Kabupaten Gresik memulai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018.

Sejak pagi, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Dr Mohammad Qosim bersama Kepala Kemenag Gresik, H Supandi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Mahin sudah berada di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Gresik, Senin (23/04/2018).

Tujuan ketiga pejabat di Gresik tersebut ingin memberikan motivasi kepada para murid SMP yang akan memulai UNBK. Ada 329 siswa di sekolah Tsanawiyah Negeri Gresik ini yang mengikuti UNBK. Hari ini mereka akan mengerjakan soal-soal mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Sebelum berlangsungnya ujian, para pejabat Pemkab Gresik yang juga didampingi Petugas dari Polres Gresik memberikan motivasi kepada para siswa yang akan memulai UNBK.

“Anda harus tenang, jangan lupa berdoa. Ketika sudah selesai mengerjakan nanti, Anda harus memeriksa ulang soal yang sudah anda jawab. Jangan ditutup. Yang penting pergunakan waktu sebaik-baiknya. Agar semua soal bisa diselesaikan dan hasilnya baik,” kata Wabup Qosim yang juga mantan pendidik ini.

Setelah berkeliling memantau pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut, selanjutnya Wabup Qosim memantau pelaksanaan UNKB di SMP Muhammadiyah 8 Cerme.

Di sekolah yang terletak di kompleks masjid At-Taqwa di Jalan Raya Bulurejo Benjeng ini, UNBK diikuti oleh 33 siswa yang terbagi dalam tiga sesi.

Gelombang pertama diikuti oleh 10 siswa yang dilaksanakan pada jam 07.30 sampai 09.30. Sedangkan gelombang ke II diikuti 10 siswa mulai jam 10.30-12.30. sedangkan gelombang III diikuti oleh 13 siswa mulai jam 14.00-16.00.

Sementara di SMP Negeri I Benjeng, UNBK diikuti oleh 283 siswa. Di sekolah ini ada satu siswa yang meninggal dunia sebelum UNBK berlangsung. “Mohammad Rizadi meninggal dunia pada Februari 2018 lalu. Almarhum meninggal saat memancing. Dia terkena sengatan aliran listrik,”ungkap Kasek SMP Negeri I Benjeng, Mohammad Nur kepada Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono.

Kepada Kabag Humas, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Mahin mengatakan, sampai sejauh ini pelaksanaan UNBK di Gresik berjalan lancar. “Sampai saat ini belum ada keluhan dan pengaduan dari para panitia UNBK,” katanya.

Terkait usulan Wabup Qosim agar ke depan semua sekolah harus dilengkapi CCTV, pihaknya akan memprogram hal tersebut. “Tentunya kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” katanya. (SAHLUL FAHMI/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar