Wabup Qosim Dukung Deklarasi SPAK

[caption id="attachment_1970" align="aligncenter" width="800"]Saya Perempuan Anti-Korupsi Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim pada acara Deklarasi Saya Perempuan Anti-Korupsi (SPAK) Formagam (Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman), Selasa (17/4/2018). FOTO: PEMKAB GRESIK[/caption]

GRESIK-SUREPLUS: Peran perempuan sangat penting dalam pencegahan tindak prilaku korupsi untuk para pria yang punya jabatan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim pada acara Deklarasi Saya Perempuan Anti-Korupsi (SPAK) Formagam (Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman), Selasa (17/4/2018) di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), Gresik.

"Saya saja setiap nonton berita televisi tentang adanya pejabat yang kena operasi tangkap tangan (OTT), bersama keluarga. Isteri dan anak saya selalu mengingatkan agar selalu hati-hati dan tidak melakukan perilaku korupsi. Betapa pentingya nasihat isteri saya tersebut pada setiap langkah saya dalam melaksanakan tugas” kata Wabup Qosim. Cerita tersebut disampaikan Qosim saat memberi sambutan.

Sejumlah perempuan yang mengatasnamakan SPAK Formagam mengucapkan ikrar Bersama. Mereka yang berasal dari berbagai organisasi perempuan tersebut berikrar, bahwa akan menjadi pribadi yang antikorupsi. Akan selalu mensosialisasikan sikap antikorupsi kepada masyarakat dan bekerjasama dengan pemerintah dan instansi lain untuk melaksanakan antikorupsi.

Menurut Qosim, pentingnya peran perempuan karena selama ini banyak pejabat yang terpeleset kasus korupsi adalah karena perempuan. Untuk itu isteri harus selalu mengingatkan kepada para bapaknya yang menjadi pejabat.

Kemudian Qosim juga menyitir beberapa ayat pada kitab suci Al-Quran yang menyatakan bahwa diwajibkan mencari rezeki yang halal, karena uang dan harta hasil korupsi hukumnya haram.

Tentang terbentuknya organisasi ini, Ajeng Wirda agen SPAK Formagam pusat menyatakan, terbentuknya organisasi ini berasal dari survey KPK pada dua kota yang ada di Indonesia. Menurut hasil survey tersebut hanya 4% keluarga yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran. Berdasar hasil survey tersebut, terbentuklah SAPK Formagam yang menurut Wabup Qosim adalah partner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saat ini ada sekitar lima ribu ibu rumah tangga yang tergabung dalam organisasi SPAK ini. Mereka terdiri dari para ibu rumah tangga, para ibu-ibu pendidik, para ibu-ibu dokter, para ibu-ibu pengusaha, para ibu dari PKK, para ibu beberapa organisasi wanita, Muslimat, Fatayat, Aisiyah serta dari beberapa organisasi wanita yang lain” kata Ajeng Wirda.

Sementara ketua SPAK Formagam Gresik Tyas Hardiyantiningsih mengatakan, kegiatan ini bagian dari Formagam untuk membantu Pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Selain itu, pada kegiatan kali ini dalam rangka memperingati hari Kartini tahun 2018.(PRS/SAHLUL/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar