Tim Robotika ITS Siap Raih Juara di KRI Regional IV

[caption id="attachment_2398" align="aligncenter" width="800"]Tim Robotika ITS Surabaya Rektor ITS Surabaya, Prof Joni Hermana menyaksikan aksi salah satu robot dari Tim Robotika ITS, Kamis (26/04/2018) di Gedung Pusat Robotika ITS. FOTO: SUREPLUS/AHMAD MUKTI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Tim juara harus mampu menghadapi segala kesulitan. Faktor-faktor eksternal yang muncul saat bertanding, jangan sampai mempengaruhi kinerja tim. Bahkan jangan jadi alasan untuk melemahkan mental tim untuk merebut kemenangan.

“Sebagai tim juara, maka faktor-faktor eksternal yang muncul saat bertanding bukan menjadi suatu alasan,” kata Rektor ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya, Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD saat memberi pengarahan pada Tim Robotika ITS Surabaya, Kamis (26/04/2018) di Gedung Pusat Robotika.

Pembekalan tersebut sekaligus sebagai ajang resmi pelepasan kontingen ITS di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV, yang akan berlangsung selama tiga hari di Politeknik Negeri Malang (Polinema), mulai Selasa (01/05/2018) mendatang.

Seperti dikutip dari berita its.ac.id, Kamis (26/04/2018), Prof Joni Hermana menyampaikan, Tim Robotika ITS tak semata-mata hanya mengejar juara, tapi juga merupakan bentuk tanggung jawab sebagai kampus terdepan dalam hal teknologi, khususnya robotika. Maka dengan menjadi juara, bisa mewakili Indonesia di kancah internasional.

“Ini agar tidak sembarang tim yang bisa menjadi wakil Indonesia di kancah robotika internasional. Apalagi yang hanya mengandalkan keberuntungan,” tegasnya.

Selain dari Rektor ITS, Tim Robotika juga dibekali masukan positif dari para pembimbing. Koordinator pembimbing Tim Robotika ITS, Rudy Dikairono ST MT menyampaikan, lima tim sudah siap 90 persen untuk berlaga secara teknis.

“Kami akan menyempurnakan yang masih bisa dimaksimalkan dan selebihnya berdoa agar mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Rudy, dosen Teknik Elektro ITS ini.

Lima tim yang akan berangkat adalah tim KRAI (Kontes Robot ABU Indonesia), KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia), KRSTI (Kontes Robot Seni Tari Indonesia), KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) Humanoid dan KRSBI Beroda yang terdiri dari 50 mahasiswa ITS.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, berdasarkan catatan kompetisi KRI Regional dan Nasional tahun 2017, lima tim ini mengalami kemajuan yang signifikan terutama dari segi kecepatan. Berkaca dari pengalaman tahun 2017 juga, Rudy berharap timnya tidak boleh terlalu percaya diri. “Oleh karena itu, semua anggota tim juga sudah kami bekali mental yang kuat agar dapat menyesuaikan situasi dan kondisi yang tidak diinginkan nantinya,” imbuh alumnus ITS tahun 2002 ini.

Untuk kategori KRSTI nantinya mengusung tema tari Remo, yang disesuaikan juga untuk tema secara nasional nantinya. Sedangkan untuk KRAI tahun ini mengambil tema Lempar Bola Berkah. Robot diharuskan bisa mengambil bola berekor dan melemparkannya melalui lubang yang cukup tinggi.

Tema ini diselaraskan dengan tema yang telah ditentukan oleh ABU Robocon 2018 tingkat internasional yang akan diselenggarakan di Vietnam yaitu Nem Con, suatu permainan tradisional masyarakat Vietnam. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar