Terapkan Idealisme Lewat Usaha

[caption id="attachment_1876" align="aligncenter" width="800"]Pharisee 13 Aditya Wisanggeni, owner Pharisee 13. FOTO: SUREPLUS/R SURYADI[/caption]

SIDOARJO-SUREPLUS: Acap kali, terbentuknya suatu karya menggunakan pemikiran yang idealis. Idealis merupakan pacuan dan bekal untuk menentukan citra dalam kreasi karya yang diinginkan oleh si pembuat.

“Pasar yang kita ciptakan bukan kita yang diciptakan pasar,” ucap Raden Aditya Wisanggeni, owner Pharisee 13, ketika Sureplus.id menemui shophousenya di kawasan Jalan Marathon Magersari, Sidoarjo (11/04/2018) sore.

Berawal dari rasa kecintaannya terhadap musisi Elvis Presley dan genre musik rockabilly, kini Adit telah sukses meraup pundi-pundi rupiah berkat hobi bermusiknya itu.

“Awalnya iseng sih, suka musisi rockabilly tahun 50-an dan sempat nge-band juga. Waktu itu saya masih SMA, saya coba iseng-iseng bikin apparel saya pasarkan di event-event dan konsumen tertarik dengan desain saya. Ya dari situ saya bikin produksi lebih besar lagi,” ceritanya.

Adit memang berpemikiran idealis. Maka tak jarang konsep yang ia gunakan selalu mengandung makna yang penuh filosofis. Seperti halnya makna Pharisee 13 serta konsep shophouse yang ia kenakan.

Menurutnya Pharisee mempunyai makna sebagai kaum yang giat bekerja sampai lupa dengan agamanya. Sedangkan pemakaian angka 13 sendiri sebagai simbol keberuntungan usaha yang ia kelola.

“Disini yang saya tangkap hanya semangat kaum pekerjanya sebagai pemacu saya untuk giat berwirausaha, bukan soal agamanya. Stigma orang angka 13 itu identik dengan angka unlucky, tapi saya menganggap angka tersebut sebagai simbol keberuntungan saya,” tuturnya.

Shophouse sendiri merupakan sebuah konsep rumah sederhana yang dapat dipergunakan untuk segala macam aktifitas. Karena selain dapat berbelanja di apparel di Pharisee 13, disini juga terdapat kuliner dan barbershop.

“Banyak orang tanya kenapa lokasinya kok dirumah dan tidak strategis. Karena kalau kita ngobrol dengan bissingnya lalu lalang kendaran menyebabkan pembicaraan jadi kurang fokus. Saya juga sengaja tidak memasang wifi, karena saya ingin menigkatkan jiwa sosial pelanggan saya,” tutupnya.(SURYA/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar