Sulap Limbah Kayu Jadi Mainan Edukasi

[caption id="attachment_2137" align="aligncenter" width="800"]Mainan Edukasi Berawal dari prihatin pada mainan anak yang berupa gadget, Chorirul Anwan membuat alternatif mainan semacam puzzle yang disebut Mainan Edukasi. FOTO: SUREPLUS/R SURYADI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Di era millenial dan digitalisasi, kerap kali banyak kita jumpai permainan-permainan digital dalam gadget yang modern nan canggih. Game-game menarik sering kali membuai anak-anak, bahkan membuat mereka ketagihan untuk memainkannya dalam waktu yang cukup lama. Namun terkadang kita tak menyadari dampak yang ditimbulkan dari permainan tersebut.

“Saya melihat anak jaman sekarang itu sering main gadget dan saya cukup prihatin sih. Kan tidak bagus ya buat psikologis anak. Karena menyebabkan kecanduan. Maka itu saya bikin permainan alternatif semacam puzzle ini,” ucap Choirul Anwar, owner UKM kreatif Mainan Edukasi pada Sureplus.id, di sela-sela acara pameran di Grand City Surabaya, Jumat (20/04/2018) malam.

UKM ini menjual berbagai macam permainan menarik dan mempunyai unsur edukatif. Jenis-jenis produknya antara lain Puzzle T, Bentrap, Puzzle Geser, Jenga kayu, Tetris Kombinasi dan Kubika.

Dengan antusias, Anwar menjelaskan bagaimana cara proses pembuatan produk yang berbahan dasar limbah kayu itu. Menurutnya cara pembuatanya tidak terlalu rumit. Tapi harus dengan pengukuran yang akurat dan harus tepat.

“Pertama dari potongan limbah yang tak teratur itu saya jadikan menjadi potongan balok kotak-kotak. Lalu saya desain, saya ukur dengan ukuran yang saya inginkan dengan perhitungan yang tepat. Karena kalau tidak tepat hasilnya akan tidak presisisetelah dihaluskan, diamplas lalu saya tumpulkan. Karena permainan anak harus aman yaa,”

Dari berbagai macam produk mainan yang ia buat, permainan Puzzle T merupakan produk primadona yang paling banyak diburu konsumen.

Karena metode permainan Puzzle T memiliki 4 bidang pecahan balok dan bisa dibentuk menjadi 100 bentuk tantangan. Dengan tujuan, untuk melatih kreativitas dan daya imajinasi anak SD.

“Puzzle T ada 4 bidang dan mempunyai 100 bentuk tantangan, ada kok di dalam kemasan kertasnya. Itu yang bikin saya sendiri. Tujuannya untuk anak SD untuk melatih kreatifitas dan daya imajinasinya. Dan menyesuaikan bentuk tantangan yang ada. kalau di ilmu matdmatika ini melatih logika konsentrasi dan geometri,” tutur alumnus D3 Elektronika Institut Sepuluh November ini.

Dengan serangkai permainan unik dan menarik tersebut. Puzzle ini diperjualkan dengan harga relatif murah. Saat ini, produk tersebut sudah tersebar di beberapa pusat sentra UKM Merr, Siola, Delta Plaza, Park and Ride di Hotel Singgasana dan sudah dikirim ke berbagai pulau di seluruh Indonesia dengan melalui e-Comerce.(R SURYADI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar