Sensasi Menikmati Coto Makassar di Kota Tahu

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="800"]Coto Makassar Kuliner Coto Makassar di Kota Tahu, Kediri ternyata memiliki banyak penggemar. Termasuk Coto Makassar bikinan Masrukin. FOTO: SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Memasuki libur akhir pekan seperti sekarang, warga masyarakat di Kota Kediri tak hanya melakukan rekreasi ke sejumlah objek wisata alam. Namun bagi mereka yang gemar mencicipi aneka kuliner Nusantara, tak ada salahnya mencoba Coto Makassar di Kota Kediri.

Masrukin, pria setengah baya ini telah memulai usaha Coto Makassar di Kota Tahu sejak tahun 2006. Alhasil, sampai sekarang, pelanggan yang datang ke warungnya di Jalan Imam Bonjol Kota Kediri semakin ramai. Terlebih lagi saat libur akhir pekan tiba, ada banyak konsumen dari dalam maupun luar Kota Kediri yang berkunjung ke warungnya bersama keluarga tercinta.

"Bagi mereka yang tidak bisa datang ke warung, kami siap bertandang ke lokasi terdekat konsumen. Khususnya mereka yang berada di kawasan wisata Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri. Kami membuka food truck tersendiri di sana terutama saat momentum Car Free Day," kata Masrukin kepada Sureplus.id, Jumat (06/04/2018).

Umumnya, kata Masrukin, para penggemar makanan berkuah ini menilai, mereka tak perlu jauh ke Makassar, di Sulawesi Selatan guna merasakan sensasi gurihnya Coto Makassar dengan beberapa potongan daging sapi super tipis dan empuk. Namun cukup menyempatkan diri ke warung Masrukin di Kota Tahu, Kediri.

Ditambahkan oleh Masrukin, secara umum kenikmatan masakan Coto Makassar ini tak kalah dengan di tempat aslinya. Hal ini karena pria asal Kediri tersebut, juga menggunakan resep asli dari Makassar.

Dengan demikian mulai dari aroma, rasa kuah, hingga cara penyajian Coto Makassar bisa dipastikan mirip 100 persen. Bahkan termasuk, penggunaan bahan baku kacang tanah yang sengaja dihaluskan sebagai penambah selera menu ini.

Di lokasi ini, Asmaul Chusna, pembeli Coto Makassar asal Kabupaten Tulungagung, mengaku, sangat senang bisa mencicipi menu khas warga Makassar tersebut. Bahkan pihaknya merasa tidak menyangka, ketika menemukan warung ini di Kota Kediri.

"Selama mencicipi menu ini, tak lengkap rasanya jika tidak dikonsumsi dengan bersandingkan potongan ketupat. Sangat luar biasa gurihnya," katanya.

Asmaul Chusna juga meyakini, setelah menghabiskan makanan ini, dia tidak khawatir karena si penjualnya telah menyeleksi kualitas daging sapi yang diolah, sehingga saat disajikan ke konsumen memang tanpa lemak. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar