Sehat, Realisasi Triwulan I APBN 2018

[caption id="attachment_1942" align="aligncenter" width="800"]Realisasi Triwulan I APBN 2018 Menkeu Sri Mulyani Indrawati didampingi Pejabat Eselon I Kemenkeu memberikan paparan kepada media mengenai realisasi Triwulan I APBN 2018. FOTO: KEMENKEU.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Realisasi Triwulan I APBN 2018 dibeberkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati didampingi Pejabat Eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kepada media di aula Nagara Dana Rakca, Kemenkeu. Dalam konferensi pers tersebut, Menkeu menyebutkan, pemerintah terus mengupayakan APBN selalu dalam kondisi sehat.

“Defisit anggaran 0,58 persen dari PDB. Ini turun dibandingkan tahun lalu yang defisitnya 0,76 persen dari PDB. Tahun sebelumnya, bahkan tiga bulan pertama sudah mengalami defisit lebih besar dari 1 persen dari PDB. Sehingga kelihatan sekali tren di APBN kita semakin baik dan semakin kuat. Semakin sehat,” papar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Radius Prawiro, Senin (16/04/2018).

Seperti dikutip dari berita kemenkeu.go.id, terkait asumsi makro, sampai dengan triwulan pertama tak ada perubahan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2018, yaitu sebesar 5,4 persen. Realisasi inflasi turun di 3,4 persen dan tingkat bunga SPN 4,1 persen.

Untuk nilai tukar rupiah berada sedikit di atas asumsi makro yaitu di Rp 13.573. Begitu juga dengan harga minyak mentah di level 63 dolar AS. Sedangkan lifting migas sampai dengan Februari 2018 berada di bawah asumsi yaitu untuk lifting gas sebesar 715 ribu barel per hari dan lifting gas berada pada 1.136 ribu barel per hari.

“Dilihat dari sisi penerimaan perpajakan triwulan I 2018, kita telah menerima sebesar Rp 262,4 triliun atau terjadi pertumbuhan 16,2 persen dibanding tahun lalu dengan tanpa memperhitungkan Tax Amnesty (TA),” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk Pajak Non Migas kenaikannya tanpa TA adalah sangat sehat 23,1 persen. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya pertumbuhannya hanya 9,5 persen. “Jadi, dalam hal ini sudah terjadi penguatan,” jelasnya.

Menkeu menjelaskan, hampir seluruh jenis pajak utama tumbuh double digits. Pertumbuhan sangat baik juga terjadi pada penerimaan Bea dan Cukai. Triwulan I ini penerimaan Bea dan Cukai tumbuh hingga 15,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya negatif 7,07 persen. Begitu juga dengan capaian PNBP yang mencapai Rp 71,1 triliun atau mampu tumbuh hingga 22,1 persen .

“Poin kita adalah penerimaan perpajakan menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan dan ini menunjukkan juga bahwa denyut ekonomi kita sudah mulai menunjukkan kenaikan PPh Pasal 21 tumbuh 15,73 persen. Ini tumbuh tertinggi sejak tahun 2013. Itu tanda ada kenaikan gaji maupun orang kerja secara tetap,” imbuhnya. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar