Sambal Cocol Kerang Serbaguna ala Siti Chotimah

[caption id="attachment_1684" align="aligncenter" width="800"]sambal lezat Siti Chotimah memanfaatkan kerang menjadi sambal lezat yang diberi nama Sambal Kerang. FOTO: SUREPLUS.ID/ANDYAN[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Kerang yang biasanya kita temui hanya menjadi makanan tambahan, namun di tangan kreatif Siti Chotimah, biota laut tersebut disulapnya menjadi sambal lezat yang diberi nama Sambal Kerang. Usaha ini sendiri didirikan sejak 2014.

Owner Sambal Kerang Siti Chotimah mengatakan, bahwa ide membuat sambal ini muncul setelah sukses memproduksi olahan kerang lainya, yakni kerang yang dibekukan, atau makanan frozen.

“Awalnya bikin makanan frozen dari kerang. Suatu ketika saya iseng membuat sambal kerang, dan ternyata cocok untuk cocolan. Akhirnya saya produksi,” ujarnya kepada Sureplus.id.

Dia menambahkan, sambal kerang tersebut tidak hanya cocok untuk cocolan, namun juga bisa untuk tumis sayur dan bumbu nasi goreng."Semua dari coba=coba," ujarnya seraya tersenyum.

Tekstur kerang dalam sambal ini sudah berwujud halus. Namun, untuk porsi kerang dalam sambal ini sangat dominan jika dibandingkan dengan bahan pendukung lain, seperti minyak dan bawang putih.

“Kerangnya banyak, untuk presentase sambal ini mengandung 70 persen murni kerang, sisanya hanya bahan pendukung,” imbuhnya.

Pembuatan sambal kerang ini ia lakukan dengan cara home made, tanpa memasukkan bahan-bahan pengawet. Kendati begitu, masa kadaluarsa sambal kerang ini bisa sampai satu tahun.

Selain itu, untuk membuat sambal kerang ini ia lakukan sendiri dengan cara manual hanya menggunakan blender. Dalam sekali produksi wanita yang akrab disapa Bu Siti ini bisa menghasilkan hingga 50 botol sambal kerang.

“Kalau sambal ini saya hanya terima pesanan, tapi sekali bikin, bisa sampai 50 botol,” jelasnya.

Modal yang dikeluarkan oleh Bu Siti untuk memproduksi sambal ini tidak terlalu banyak hanya Rp 50 ribu untuk 25 kemasan botol. Dan kini produk sambal kerang ini sudah dikenal masyarakat luas di Jawa Timur.(ANDYAN/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar