PT Smelting Dukung Penulis Gresik Terbitkan SGBL

[caption id="attachment_1642" align="aligncenter" width="800"]PT Smelting Foto bersama perwakilan PT Smelting, Yayasan Mataseger dan para penulis buku SGBL di Gapura Makam Bupati Pertama Gresik, Tumenggung Poesponegoro. FOTO: SUREPLUS.ID/SAHLUL FAHMI[/caption]

GRESIK-SUREPLUS: PT Smelting kembali memberikan apresiasi serta memberikan dukungan penuh kepada para penulis Gresik, yang mayoritas merupakan penulis muda dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kearifan lokal Gresik tempo dulu.

Kali ini perusahaan pengolahan biji tembaga asal Jepang yang berlokasi di Kawasan Roomo Gresik ini kembali bekerjasama dengan Yayasan Mataseger (Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik), untuk menerbitkan buku yang berjudul Sang Gresik Bercerita Lagi (SGBL).

Dalam buku ini terdapat kurang lebih 80 tulisan sejarah tentang berbagai macam tradisi lisan, upacara adat, kesenian lokal, makanan khas serta kebiasaan unik yang dilakukan warga masyarakat Gresik.

"Nantinya buku ini akan dibagikan secara gratis kepada instansi, lembaga maupun sekolah-sekolah. Agar tidak salah dalam pendistribusiannya, kami akan melakukan verifikasi tempat dan penanggungjawabnya terlebih dulu, agar tepat sasaran,” kata Adib Chilmi, Ketua Panitia penerbitan buku SGBL.

General Affair PT Smelting Budi Setiawan dan Rachmayani yang turut berziarah ke makam Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Bupati Pertama Gresik Tumenggung Poesponegoro bersama para pengurus Yayasan Mataseger dan penulis SGBL Minggu (08/04/2018), mengaku bersyukur bisa terlibat dalam proyek tersebut.

"PT Smelting memberikan dukungan bagi para penulis lokal, terutama yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai lokal. Dan selama ini kami telah mendukung beberapa komunitas yang berasal dari Surabaya dan Gresik, salah satunya adalah Yayasan Mataseger," ucap Rachmayani.

Sementara Ketua Yayasan Mataseger, Kris Adji AW, menjelaskan bahwa projek penerbitan buku SGBL merupakan buku yang berisi tentang nilai-nilai kearifan lokal Gresik tempo dulu jilid kedua. Pada tahun 2014, Mataseger juga menerbitkan buku serupa dengan judul Sang Gresik Bercerita (SGB) yang juga didukung oleh PT Smelting.

Pria yang berprofesi sebagai guru Seni Rupa di Smanusa Gresik ini mengatakan bahwa Gresik masih memiliki ribuan kisah atau cerita yang tak akan ada habisnya jika dijadikan tulisan. Karena itu dia berharap setelah ini akan terbit buku-buku lain yang menjadi kelanjutan dari buku SGB dan SGBL.

"Sangat jarang ada perusahaan yang mau mengeluarkan dana bagi masyarakat untuk menerbitkan buku. Karena itu atas nama Yayasan Mataseger saya mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Smelting yang telah memberi dukungan penuh kepada kami," ucap Kris Adji AW. (SAHLUL FAHMI/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar