Presiden: Pemerintah Terus Dorong Kemudahan Berinvestasi

[caption id="attachment_2361" align="aligncenter" width="800"]kemudahan untuk berinvestasi Presiden Joko Widodo memberikan sambutan di acara pelepasan ekspor perdana Mobil Mitsubishi Xpander Tahun 2018, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/04/2018). FOTO: SETKAB.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Pemerintah Indonesia terus mendorong kemudahan untuk berinvestasi, terutama yang berorientasi pada ekspor. Apalagi di tahun 2017 lalu, ekspor Indonesia tumbuh 16,2 persen dengan surplus perdagangan mencapai 11,8 miliar dolar AS.

“Kita akan terus mendorong agar lebih tinggi lagi, dan bisa melompat lebih maju lagi,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi sambutan di acara Pelepasan Ekspor Perdana Mobil Mitsubishi Xpander Tahun 2018, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/04/2018).

Seperti dikutip dari Humas Setkab RI di situs setkab.go.id, rabu (25/04/2018), soal perizinan investasi dan ekspor ini, Presiden menyampaikan kepada menteri agar disederhanakan. Dalam bulan Mei ini, lanjut Jokwi, Pemerintah akan mengeluarkan Online Single Submission. Sistemnya sedang disiapkan, sehingga pengurusan izin tidak lagi memwakan waktu bertahun-tahun, berbulan-bulan atau berhari-hari.

“Saya sudah minta urusan izin itu harus diselesaikan dalam sistem yang jam. Artinya Bapak dan Ibu, kalau mengurus izin itu harus jam, bukan hari lagi. Nanti kita lihat bulan Mei bisa tidak tugas yang saya berikan ini kepada menteri. Dari pusat sampai ke daerah, bisa kita kita telusuri dimana berhentinya dimana mandeg-nya dengan Online Single Submission,” tutur Presiden Jokowi.

Hal Ini, menurut Presiden, merupakan sebuah lompatan dalam pengurusan perizinan yang sedang disiapkan. Ia menambahkan, hal ini sebuah perubahan besar untuk membuat seluruh perizinan dari pusat hingga daerah betul-betul terintegrasi dalam satu kesatuan.

“Perizinan akan menggunakan model yang lebih modern, yang lebih cepat. Dengan sistem data yang terpadu dan terintegrasi. Saya sampaikan kepada menteri kalau sistemnya online single submission ini sudah ada saya juga minta agar SDM-nya selalu dikawal, didampingi, kualitasnya terus ditingkatkan,” kata Presiden seraya menyampaikan bahwa yang mengurusi ini harus responsif dalam setiap keluhan yang ada.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa di belakang penerapan sistem ada manusianya, ada SDM-nya, yang menjadi faktor bisa mengubah pelayanan perizinan atau tidak. Sistem bagus tapi kulturnya tidak dibangun, menurut Presiden, tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang ada.

“Saya juga titip pesan karena di sini juga banyak pengusaha, banyak investor, kalau nantinya ini setelah online single submission nanti kita luncurkan kalau masih ada kendala-kendala hambatan-hambatan yang ada di lapangan, kalau masih ada yang main-main dengan perizinan tolong saya diberitahu,” ujar Presiden seraya menyampaikan bahwa akan terus membenahi dan memperbaikinya. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar