Presiden Jokowi: Semua Negara Alami Pelemahan Kurs

[caption id="attachment_2506" align="aligncenter" width="800"]Fundamental ekonomi Indonesia Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai membuka Musrenbangnas Tahun 2018 di Puri Agung Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/04/2018). FOTO: SETKAB.GO.ID[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Fundamental ekonomi Indonesia saat ini baik. Ada growth dan pertumbuhan. Inflasi juga bisa dikendalikan kurang lebih 3,5 persen, kemudian juga ekspor masih baik dan defisit neraca juga semakin baik.

“Artinya, fundamental makro kita baik,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan wartawan, usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2018 di Puri Agung Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/04/2018) pagi.

Soal lemahnya nilai tukar Rupiah yang pada hari-hari terakhir ini mendekati angka Rp 14.000 per Dolar AS, Presiden Jokowi mengatakan, urusan kurs ini hampir terjadi di semua negara. Ia mengatakan, ini fenomena pasar global yang semua negara juga mengalami, semua negara juga sedang bergejolak.

“Kursnya, kena dampak dari kebijakan-kebijakan terutama di kenaikan suku bunga di Amerika Serikat,” ujar Presiden Jokowi seperti dikutip dari berita di situs setkab.go.id, Senin (30/04/2018). Namun demikian, Presiden Jokowi memastikan, pemerintah tidak akan intervensi urusan moneter karena ini nanti kebijakannya ada di Bank Indonesia (BI).

Sedangkan mengenai kemungkinan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 terkait dengan perkembangan nilai tukar rupiah, Presiden Jokowi mengatakan, akan ada rapat KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan).

“Nanti tolong ditanyakan ke Gubernur BI atau ke Menteri Keuangan,” pinta Presiden Jokowi. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar