Potensial Buyer Minati Inovasi Kuliner Nusantara

[caption id="attachment_2358" align="aligncenter" width="800"]Food Hotel Asia Bekraf menghadirkan beragam inovasi kuliner nusantara di pameran kuliner terbesar se-Asia, Food Hotel Asia (FHA) 2018. Paviliun Indonesia ada di Hall 5D2-07, Singapore Expo Center. FOTO: BEKRAF.GO.ID[/caption]

SINGAPURA-SUREPLUS: Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menghadirkan beragam inovasi kuliner, di pameran kuliner terbesar se-Asia, Food Hotel Asia (FHA) 2018. Paviliun Indonesia di Hall 5D2-07, Singapore Expo Center tersebut hadir mulai Selasa (24/04/2018) hingga Jumat (27/04/2018).

Event FHA 2018 ini turut dihadiri Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak yang meninjau langsung proses business-to-business (B2B) masing-masing produk. “Pemerintah mendukung produk Ekraf seperti kuliner untuk go global,” ungkap Joshua.

Seperti dikutip dari berita Bekraf di bekraf.go.id, Rabu (25/04/2018), sambal sebagai salah satu produk kuliner yang terkenal turut hadir mewakili cita rasa Nusantara dalam FHA 2018. Chillibags, sebuah perusahaan kuliner yang memproduksi berbagai jenis sambal khas berbagai daerah mendapat respon positif dari para pengunjung.

Dalam pelaksanaan hari kedua FHA 2018, perusahaan asal Bogor ini sudah dikunjungi potensial buyer dan distributor tidak hanya dari Indonesia namun juga Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

“Untuk rasa mereka memberikan pujian, apa pun varian yang mereka coba, walaupun ada yang kepedasan tetapi tidak menyesal untuk mencobanya,” ujar Founder Chillibags Yenni Tandaputra. Mereka menampilkan 11 varian sambal, lima varian bumbu nasi goreng, satu varian asinan, misalnya, ikan kayu, cumi, terasi, petai, cengek, kari, dan terasi untuk nasi goreng.

Selain sambal, di paviliun Indonesia juga ada teh hijau yang menarik perhatian potensial buyer untuk dipasarkan di Singapura dan Malaysia. “Pengunjung sangat tertarik karena menggunakan non-dairy creamer dan kita sudah aware dengan tidak menggunakan produk turunan sawit dan susu. Mereka yakin produk kita ini vegan friendly, lebih sehat, anti alergi dan mereka juga suka karena rendah gula,” kata Tea Technical Officer Matchamu Dhiksta Olya W.

Ia menjelaskan pengunjung yang datang melihat produknya kebanyakan dari Malaysia karena memiliki budaya minum teh, terlebih lagi karena harga yang mereka tawarkan lebih murah. “Pengunjung Matchamu 50 persen adalah distributor, 30 persen dari food services resto dan hotel, sisanya 20 persen adalah Original Equipment Manufacturing (OEM),” lanjut Dhiksta. Bagi Dhiksta ini adalah kali pertama perusahaan mereka mengikuti pameran kuliner terbesar di Asia ini. “Kami sangat antusias,” katanya.

Produk-produk yang ditampilkan ini merupakan hasil terbaik dari Food Startup Indonesia (FSI) tahun 2017. FSI adalah acara yang digelar Bekraf untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (start-up) kuliner serta meningkatkan akses permodalan non perbankan.

Tidak hanya produk-produk tersebut Bekraf juga mengirimkan delegasi Upnormal Coffee Roasters, Proyek Validasi Soto Indonesia garapan Foodlab Indonesia, dan perusahaan-perusahaan dukungan Atase Perdagangan KBRI Singapura untuk mengisi Paviliun Indonesia. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar