Peringati Hari Otonomi Daerah, Momentum Wujudkan Good Governance

[caption id="attachment_2293" align="aligncenter" width="800"]Hari Otonomi Daerah Peringatan Hari Otonomi Daerah di Balai Kota Kediri, Rabu (25/04/2018). Bertindak sebagai inspektur upacara, Pjs Walikota Kediri, Jumadi yang membacakan amanat dari Mendagri. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) yang dilaksanakan tepat tanggal 25 April setiap tahunnya, merupakan momentum untuk mengevaluasi perkembangan kinerja pelaksanaan otonomi daerah.

Pada peringatan Hari Otonomi Daerah di Balai Kota Kediri, Rabu (25/04/2018), momentum ini diikuti pelajar, ASN, jajaran kepolisian dan TNI. Bertindak sebagai inspektur upacara, Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Kediri, Jumadi yang membacakan amanat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di hadapan peserta upacara.

Peringatan hari otonomi daerah Tahun 2018 ini mengambil tema ‘Mewujudkan Nawa Cita melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Bersih dan Demokratis’. "Kami menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri yang mengajak seluruh pemerintah daerah sebagai pelaku pembangunan. Khususnya untuk senantiasa mengedepankan nilai dasar revolusi mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong," kata Pjs Walikota Kediri, Jumadi, di Balai Kota Kediri, Rabu (25/04/2018).

Menurut ia, idealnya peringatan momentum tetsebut juga dimaknai guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini bisa terwujud melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing perekonomian daerah.

"Upaya ini harus terus menjadi prioritas utama kebijakan di semua level pemerintah daerah," katanya.

Di sisi lain, imbuh dia, dalam acara tersebut juga diserahkan sertifikat penghargaan kepada 16 staf ULP Kota Kediri yang telah berhasil mengikuti pelatihan selama dua tahun yang diadakan oleh LKPP bekerjasama dengan MCAI (Millennium Challenge Account Indonesia). Selain Kota Kediri, pelatihan ini juga diikuti oleh 44 ULP Percontohan Nasional.

"Sertifikat ini diberikan karena ULP Kota Kediri dianggap memenuhi indikator penilaian yaitu pelatihan pengadaan dan pelatihan kepemimpinan manajerial dari tingkat dasar, menengah hingga spesialis. Sertifikat ini meliputi sertifikat pelatihan keahlian pengadaan barang dan jasa dari tingkat dasar sampai tingkat spesialis," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, keberhasilan ULP Kota Kediri menjadi ULP percontohan nasional tidak lepas dari komitmen kepala daerah untuk meningkatkan peran dan fungsi dari ULP menjadi strategis dalam pengelolaan pengadaan di Kota Kediri. Dengan diperolehnya sertifikat penghargaan ini semakin mengukuhkan ULP Kota Kediri sebagai lembaga pemerintahan yang memiliki sumber daya manusia yang profesional.

"Kunci suksesnya adalah modernisasi pengadaan dan menjadi penggerak utama proses pengadaan di berbagai institusi pemerintah," katanya. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar