Pengrajin Tahu Takwa Kota Kediri Resah

[caption id="attachment_1841" align="aligncenter" width="800"] Harga kedelai naik, Sejumlah pengrajin tahu kuning atau yang dikenal dengan tahu takwa, di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri kini mulai resah. FOTO: SUREPLUS.ID/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Sejumlah pengrajin tahu kuning atau yang dikenal dengan tahu takwa, di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri kini mulai resah. Hal ini lantaran harga bahan baku utama membuat tahu takwa, yakni kedelai mengalami kenaikan harga sangat tinggi hingga Rp 7.300 per kilogram.

"Padahal saat kondisi normal, harga kedelai hanya seharga Rp 6.300 per kilogram," ungkap Rini, seorang pengrajin Tahu Takwa di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri, Kamis (12/4/2018).

Meski harga kedelai naik, dia mengaku, tetap membeli bahan baku tersebut. Selain itu, pihaknya juga lebih memilih mengambil keuntungan sedikit. Kondisi ini karena, dengan mengolah kedelai impor, maka hasil produksinya banyak digemari konsumen.

"Tapi, jika memakai kedelai lokal maka hasil olahan kami tidak bisa bagus dan cenderung pahit," katanya.

Mengenai kebutuhan bahan baku, Rini mengatakan, setiap harinya memerlukan sebanyak 400 kilogram kedelai impor. Dari jumlah itulah, bisnisnya tersebut dapat menghasilkan sekitar 6.000 potong tahu takwa per hari.

Untuk pemasaran, dilanjutkan olehnya, produk olahan ini banyak dibeli konsumen asal Kabupaten dan Kota Kediri. Selain itu juga wisatawan asal Blitar, Nganjuk, Tulungagung, hingga Kertosono.

"Mereka umumnya membeli tahu takwa sebagai oleh-oleh khas Kediri. Di samping itu, mungkin karena harga relatif terjangkau atau sekitar Rp 1.300 per buah," katanya.

Dia berharap, pemerintah daerah segera dapat mencari solusi dengan kenaikan harga kedelai ini. Hal itu mengingat, selain harga kedelai pada saat ini harga garam juga mahal.

"Yang mana, saat ini harga garam telah mencapai Rp 130 ribu per karung, tapi pada hari normal hanya Rp 70 ribu per karung," katanya.

Sementara itu, Endang Sulastri, seorang konsumen tahu takwa asal Kabupaten Nganjuk, mengatakan, sangat senang bisa datang dan membeli tahu khas Kediri. Apalagi, kalau dilihat dari sisi harga memang sangat terjangkau.

"Bahkan, rasanya sangat nikmat. Khususnya kalau dikonsumsi bersama nasi hangat dan sambal," katanya.(Ayu Citra SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar