Pacu IKM Nasional untuk Go Digital

[caption id="attachment_1759" align="aligncenter" width="800"]perekonomian nasional Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih. Kemenperin fokus pengembangan IKM karena berperan penting menopang perekonomian nasional.: FOTO: KEMENPERIN[/caption]

JAKARTA-SUREPLUS: Pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) menjadi salah satu fokus program Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Selain telah lama berperan penting menopang perekonomian nasional, para pelaku IKM dikenal memiliki ketangguhan dalam merintis bisnis dan punya kreativitas meningkatkan daya saing porduk.

“Misalnya, di era digital, perkembangan start-up lokal kian tumbuh siginifikan seiring momentum bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2020 hingga 2030. Apalagi bisnis start-up ini diminati generasi milenial,” kata Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Seperti dikutip dari Siaran Pers Kemenperin, saat ini tercatat baru sekitar 2 persen pelaku start-up lokal dari total keseluruhan populasi masyarakat Indonesia. Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020, dengan memiliki 1.000 start-up berbasis digital. Valuasi bisnisnya mencapai 100 miliar dolar AS dan total nilai e-commerce sebesar 130 miliar dolar AS.

“Untuk mewujudkan sasaran itu, Kemenperin turut serta dalam ajang Maker Fest 2018 yang merupakan gerakan empowering movement bagi kreator atau produsen lokal yang digagas oleh Tokopedia,” kata Gati.

Maker Fest ini bertujuan menumbuhkan lebih banyak pelaku industri kreatif di dalam negeri, terutama dari gerenasi muda yang mampu mengembangkan produk dan merek nasional di kancah global.

Sebanyak lima IKM binaan Ditjen IKM Kemenperin, yang ikut serta dalam ajang tersebut, yakni Rumah Nayozie (memproduksi Dompet Ulos), Fame Handmade (Rajutan), Creabrush Indonesia (Handycraft), Mom’s Craft (Decoupage), dan Reihani Tenun Batik Batak Melayu (Tenun).

Kegiatan Maker Fest tahap I dilaksanakan di Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara pada 7-8 April 2018 lalu. “Maker Fest rencananya digelar di delapan kota untuk mendorong para wirausaha mengkreasikan produk-produknya. Nantinya, akan ada kegiatan puncak untuk memilih tiga kreator dengan produk terbaik,” tuturnya.

Gati menyatakan, pihaknya konsisten memberikan pembinaan kepada kreator muda dalam negeri untuk mendorong industri kreatif Indonesia bisa go global dan go digital. “Kami terus membina ide-ide kreatif dari para pelaku IKM ini bisa diwujudkan dalam bentuk produk nasional yang berdaya saing global serta dapat memanfaatkan teknologi digital,” terangnya.

Dalam upaya mendorong IKM nasional agar mampu menggunakan teknologi digital, Kemenperin telah membuat fasilitasnya melalui e-Smart IKM. “Hingga saat ini sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM,” ungkap Gati. Sampai 2019, Kemenperin menargetkan dapat mengajak 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia untuk mengikuti lokakarya tersebut. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar