Omset Sopir MPU di Kediri Merosot Drastis

[caption id="attachment_1669" align="aligncenter" width="800"]pengemudi MPU Para pengemudi MPU di Kediri menyalurkan aspirasinya, di depan Kantor Pemkab Kediri, Selasa (10/04/2018). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Seiring berkembangnya dunia digital di Kediri, sejumlah pemilik usaha taksi online meyakini kawasan ini sangat potensial untuk dibidik. Namun, di pihak lain, puluhan pengemudi MPU atau sopir angkutan kota (angkot) di rute Kediri-Pare mengeluh omsetnya merosot drastis.

Puji, salah seorang pengemudi angkutan kota Kediri-Pare, saat melakukan orasi di depan Kantor Pemkab Kediri, menyampaikan, akibat ulah pengemudi taksi online yang diduga mengambil pelanggan potensialnya. Hingga kini omset para pengemudi MPU berkurang drastis, diperkirakan berkurang hingga 50 persen tiap hari.

"Bahkan penurunan omset ini bisa hingga 60 persen per hari," kata Puji, saat menyalurkan aspirasinya, di depan Kantor Pemkab Kediri, Selasa (10/04/2018).

Padahal, ungkap ia, besaran ini umumnya mereka peroleh dengan tiga kali trayek atau tiga kali pergi pulang (PP). Selain itu, selama puluhan tahun beroperasi di rute Kediri-Pare, para pengemudi MPU ini telah memiliki kinerja yang sangat baik.

Misalnya saja, dari tingkat ketepatan waktu keberangkatan, puluhan sopir MPU ini bisa dikatakan on time. "Tapi mengapa tiba-tiba datang sejumlah pengemudi taksi online yang tidak memiliki izin uji KIR, lalu seenaknya saja mengambil pelanggan kami. Tolonglah, kami ini rakyat kecil dan keluarga kami juga butuh makan," katanya.

Selain omsetnya menurun, alhasil mereka juga tak lagi mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Hal itu karena pendapatan yang diterimanya hanya cukup untuk membeli bahan bakar.

Di sisi lain, pemilik perusahaan MPU Kediri Pare juga seolah menutup mata terhadap masalah ini. Kondisi ini mengingat setoran yang harus diberikan oleh para pengemudi MPU, harus sesuai target omset per hari. "Nilai setoran ke pemilik MPU mau tak mau harus bulat nomimalnya. Padahal omset kami berkurang," katanya.

Sementara itu, Izroil, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Demo MPU Kediri-Pare, mengaku, akibat munculnya taksi online selama ini banyak pelanggan MPU yang diserobot. Kondisi ini paling kentara, saat pengemudi taksi online ini mengambil penumpang di Kampung Inggris Pare Kediri.

"Coba saja lihat di Jalan Brawijaya, di Kampung Inggris dan di depan kantor PMI Pare. Banyak di sana para pengemudi online yang mengambil penumpang," katanya.

Di lokasi yang sama, Sugeng, salah seorang pengemudi MPU menegaskan, akibat beroperasinya taksi online maka saat ini, omsetnya berkurang hingga 50 persen per hari. "Jika pada hari normal bisa mendapatkan Rp 200 ribu per hari, maka sekarang turun sampai Rp 50 ribu per hari," katanya.

Dia berharap, dengan aksi demo ini maka para pengemudi taksi online bisa memenuhi tata cara yang berlaku sesuai ketentuan pemerintah. Misalnya dari syarat kepemilikan, KIR hingga bisa bersaing dengan sehat dengan pengemudi MPU. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar