Modis dan Klasik Ala Dejavu Cafe

[caption id="attachment_1906" align="aligncenter" width="800"]Dejavu Cafe Tampak pengunjung sedang menikmati suasana di Dejavu Cafe. FOTO: SUREPLUS/R SURYADI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Hiasan mural dengan dominan logo kingkong menjadi ciri khas desain interior tempat ini. Meja dan kursi kayu serta musik oldies menjadikan cafe ini terkesan modis nan klasik.

Logo kingkong sendiri mengandung pesan semiotik, berupa harapan agar usaha bisnis cafe ini bisa besar seperti kingkong. “Karena kita ingin besar sepeti kingkong, dalam artian bisnisnya semakin tambah besar dan berkembang dan mempunyai cabang lain di luar di Surabaya,” harap Rendy Septagedi, supervisor Dejavu Cafe kepada Sureplus.id Jum’at (13/04/2018) sore.

Cafe Dejavu pada mulanya tidak terletak di Jalan Ngagel Jaya Selatan, melainkan di Jalan Pucang Anom Timur. Namun karena berbagai alasan, manajemen memindahkan café ini ke lokasi yang baru.

Seperti analoginya, dejavu adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu.

Maka itu, pemilihan nama De Javu sendiri terinspirasi dari pengalaman mereka berbisnis. Karena ingin mengulang memori lama dan diadaptasikan dengan konsep yang baru.

“Dulu punya tempat namanya Red Center tapi tutup. Terus bikin lagi tapi beda menejemen. Dengan harapan kita ingin memori-memori dulu yang pernah ada bisa kembali lagi,” ujar pria anggota fans fanatik klub Liverpool Big Reds Surabaya ini.

Cafe yang didirikan oleh Ferdian Rahmanto dan Aswin Aris Graha ini menyajikan suasana yang amat nyaman. Dengan konsep yang terkesan industrial nan elegan.

Sedangkan Menu andalan di cafe ini ialah Mie Genjlem dengan varian tiga rasa original, sambal matah dan omlet. Sementara untuk minuman favorit di cafe ini adalah Kopi Tarik dengan ciri khas rasa kopi nusantara dipadu dengan gurihnya aroma teh hijau.

Tempat ini sangat cocok digunakan untuk nonton bareng alias nobar. Banyak komunitas fans sepak bola menjadikan Dejavu sebagai lokasi berkumpul ketika tim kesayangan mereka berlaga. Dan jangan heran apabila ketika Liverpool bertanding, seluruh bangku akan dihiasi dengan jersey merah ciri khas Big Reds Liverpool Surabaya.

“Karena mayoritas yang nongkrong di sini Liverpuldian, jadi setiap tim kami berlaga, kami selalu nobar di Dejavu Cafe,” tutupnya.(R SURYADI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar