Merancang Tas dan Dompet Menarik dari Kertas Semen

[caption id="attachment_2419" align="aligncenter" width="800"]UKM ESM Ermin Setiawati yang menggeluti kerajinan tangan tas dan dompet unik dari kertas semen. Usaha ini sudah dijalani Ermin sejak 2011 Ialu dan hasilnya cukup menggembirakan. FOTO: SUREPLUS/ANDYAN[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Siapa sangka kertas semen yang selama ini kerap hanya menjadi limbah, ternyata lewat tangan kreatif warga Semolowaru Elok ini, mampu didaur ulang menjadi prosuk kerajinan yang unik. Usaha ini sudah dijalani Ermin Setiawati sejak tahun 2011 di bawah nama UKM ESM.

Perajin daur ulang, Ermin Setiawati mengatakan, awal mula menjalani usaha di bidang ini ketika dirinya mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh instansi kedinasan di Surabaya. Karena dinilai unik dan ia pun berniat ikut mengurangi limbah kertas semen, akhirnya ia memutuskan untuk menggeluti kerajinan tersebut.

"Pertama kali saya membuat kerajinan ini ketika saya mengikuti sebuah pelatihan di Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Karena saya nilai unik, ya sudah saya geluti,” kata Ermin Setiawati kepada Sureplus.id. Jumat (27/04/2018).

Sebelum mengikuti pelatihan, Ermin menjelaskan, sudah menggeluti kerajinan namun hanya sebatas mengisi waktu luang. Kertas semen yang ia gunakan didapat dari bekas bangunan. Beberapa produk kerajinan yang dia bikin dari kertas semen, di antaranya tas dan dompet yang ia produksi tiap harinya. Berbekal modal Rp 1 juta ia memanfaatkan untuk membeli bahan-bahan dasar.

"Modal saat itu saya belikan bahan dasar seperti kertas semen dan bahan pendamping untuk membuat tas dan dompet,” jelasnya.

Berbagai motif ia bikin untuk diterapkan di rancangan dompet dan tas. Salah satunya motif batik ikat, juga motif Sibori. Untuk harga, Ermin juga mematoknya bervariasi mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung motif dan modelnya.

Kini, produk kerajinan dompet dan tas dari kertas semen itu mampu memenuhi permintaan pasar hingga luar pulau Jawa, seperti ke Palangkaraya. Tak hanya itu, wisatawan asing pun ketika mengunjungi event pameran, kerap memborong produk buatannya.

"Kapan hari ketika ada Walikota Liverpol yang datang ke Surabaya, beliau membeli tas saya. Selain itu, ketika pameran di Pelindo III, ada wisatawan asing yang memborong hingga 20 tas, " paparnya.

Kini omset yang ia peroleh selama menggeluti kerajinan daur ulang kertas semen ini sebesar Rp 5 juta hingga Rp 10 per bulan. Hal tersebut menurutnya didukung oleh minat masyarakat yang cukup bagus terhadap produk kerajinan tangan yang satu ini. (ANDYAN/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar