Mahasiswi UKWMS Hadirkan Inovasi Minuman Alternatif Buah Pare

[caption id="attachment_1979" align="aligncenter" width="800"]Fruit Pulp Pare Lewat tangan kreatif mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Felicia Tjokroaminjaya dan Adytya Dewanti, pare diubah menjadi minuman yang smoothies dengan nama Fruit Pulp Pare. FOTO: SUREPLUS/ANDYAN[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Pare yang selama ini kita ketahui memiliki manfaat untuk penyakit kadar gula tinggi atau diabetes lebih banyak dikonsumsi dengan cara ditumis.

Namun, lewat tangan kreatif mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Felicia Tjokroaminjaya dan Adytya Dewanti, pare diubah menjadi minuman yang smoothies dengan nama Fruit Pulp Pare.

Dosen Pembimbing, Farida Lanawati Darsono mengatakan, bahwa inovasi ini adalah selain merupakan program skripsi juga sebagai wujud sumbangsih kepada masyarakat yang mengidap diabetes.

"Jadi mereka ini fokus penelitiannya ingin membantu masyarakat mengatasi penyakit diabetes, " ujarnya kepada Sureplus.id di Laboratorium Farmasetika lanjut Fakultas Farmasi UKWMS. Selasa (17/04/2018).

Memilih produksi buah pare dengan cara smoothies dengan tidak ada tambahan air di dalamnya diharapkan mampu mempertahankan kandungan senyawa aktifnya lebih tinggi, sehingga kandungan kadar gula dalam darah bisa maksimal.

Pare yang digunakan pun tidak sembarangan. Farida menjelaskan bahwa pare yang digunakan adalah jenis pare ayam dengan rentang usia tertentu.

"Usia buah pare yang kita gunakan adalah usia 15 hari sejak keluar calon buah lalu dipetik, dengan ukuran tertentu, " jelasnya.

Proses pembuatan fruit palp pare ini tergolong sederhana yakni setelah pare dipetik dari pohonnya, dipotong menurut kadar yang ditentukan, setelah itu biji dikeluarkan, lalu diblender hingga halus tanpa tambahan air.

Ia memaparkan, bahwa dengan mengonsumsi pulp pare ini, penderita diabetes tidak lantas berhenti mengonsumsi obat anti-diabet. Selain itu, karena efek pulp pare yang begitu besar, kadar gulanya juga selalu diperhatikan ketika mengonsumsi pulp pare.

"Efek samping jika penderita mengonsumsi pulp pare ini jika berhenti minum obat anti-diabet maka bisa mengakibatkan tidak sadar diri, " jelasnya.

Untuk ketahanan, pulp pare ini hanya memiliki rentan waktu yang sangat singkat, yakni 1-2 hari disimpan dalam kulkas.

Kedepannya ia mengharapkan dengan adanya penemuan ini, bisa mengupgrade olahan minuman instan yang dibantu dengan tekhnologi yang semakin maju. Sehingga lebih tahan lama meski tanpa bahan pengawet.(ANDYAN/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar