Kreasi Daun Kering ini Ekspor ke 5 Negara Asing

[caption id="attachment_1914" align="aligncenter" width="800"]Bengkel Kriya Daun Bengkel Kriya Daun merupakan satu-satunya pelopor UKM yang memanfaat hasil olahan limbah daun kering di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/R SURYADI[/caption]

SURABAYA-SUREPLUS: Menciptakan karya kreatif dan orisinil memang bukan suatu perkerjaan mudah. Tentunya butuh keuletan dan tingkat ketelatenan yang ekstra, agar membuahkan hasil yang indah, sekaligus enak dipandang mata.

Seperti halnya yang dibuat oleh Bengkel Kriya Daun. UKM yang pada tahun 1996 ini berhasil menciptakan sebuah kreasi dari bahan dasar sederhana yang dapat menghasilkan keuntungan puluhan juta rupiah per bulannya.

Bengkel Kriya Daun merupakan satu-satunya pelopor UKM yang memanfaat hasil olahan limbah daun kering di Surabaya. Menurut Siti Hernanik selaku pemilik Bengkel Kriya Daun, terdapat sejumlah kategori kreasi yang ia produksi.

“Kreasi saya ada kategorinya, ada yang menunjang interior seperti lukisan, kotak lampu, tempat tisu, tempat sampah. Ada juga aksesoris, souvenir, undangan lalu bentuk kemasan seperti kemasan batik, tempat kopi serta kemasan abu jenazah yang saya ekspor ke Inggris,” tuturnya.

Ketika sureplus.id menemui Nanik di rumahnya di kawasan Ngagel Mulyo, Surabaya. Dengan telaten ia menjelaskan secara detail bagaimana cara proses pembuatan kreasi daun bekasnya itu.

Yang pertama yaitu menyiapkan beberapa lembar daun kering lalu dimasukkan kedalam panci yang berisikan air panas dan asam sitrat. Setelah proses perebusan masukan, masukan daun di dalam bak dan dikasih cairan pemutih pakaian.

Setelah itu bilas daun hingga tiga kali bilasan sampai daun terasa licin. Tiriskan daun di atas kertas koran guna menyerap air sisa air pada daun. Setelah daun kering, barulah proses penyetrikaan untuk membuat tekstur daun terlihat lebih kering dan lentur. “Itu tahap dasar, setelah itu ya tinggal dimotif di atas kertas karton,” ucapnya dengan antusias.

Menurutnya, pendapatan yang dihasilkan dari kreasi yang ia ciptakan ini tidak menentu. tergantung pemesanan konsumen. Ia memperkirakan omset standar rata-rata yang diperoleh mencapai 70 juta per bulan, namun ketika sedang ramai-ramainya bisa mencapai 80 juta per bulan.

Kini kreasi daun bekas Nanik sudah tersebar dibeberapa wilayah Surabaya maupun luar kota. Bahkan UKM ini sudah lama bekerja sama dengan perusahaan asing asal Inggris untuk ekspor kemasan abu jenazah.

“Alhamdulilah produk saya sudah tersebar di perusahaan kopi, cafe dan hotel dan seluruh sentra UKM se-Surabaya. Saya juga ekspor ke Inggris, Prancis, Jerman, Uni Emirate Arab, Australia dan Jepang. Khusus yang Inggris itu saya sudah langganan sejak dulu,” tutup wanita tiga putra ini.(R SURYADI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar