Kolam Pancing Anyelir, Wisata Baru di Kediri

[caption id="attachment_2134" align="aligncenter" width="800"]Kolam Pancing Ikan Lele Kolam Pancing Ikan Lele di Jalan Anyelir menjadi alternatif wisata baru di Kediri. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR[/caption]

KEDIRI-SUREPLUS: Tak selamanya, libur akhir pekan dapat dilakukan di tempat yang biasa dikunjungi wisatawan. Namun, bisa pula berwisata di lokasi yang baru dibuka untuk umum. Tapi, destinasi wisata baru ini justru menyimpan potensi ekonomi yang besar.

Hal inilah, yang terlihat di objek wisata baru di Kediri, berupa Kolam Pancing Ikan Lele. Daerah yang bernuansa pedesaan ini berada di Jalan Anyelir, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Menurut Sumair Barnabas, selaku pemilik Kolam Pancing Ikan Lele di Kediri, setiap akhir pekan antusiasme pengunjung untuk datang sangat besar. Bahkan, jumlah kunjungan mereka bisa mencapai ratusan orang pada hari libur.

"Keberadaan kolam pancing tersebut, tak hanya dibuka untuk memanjakan pengunjung yang memiliki hobi memancing," kata Sumair Barnabas, pemilik Kolam Pancing Ikan Lele, di Kabupaten Kediri, Sabtu (21/4/2018).

Akan tetapi, ungkap dia, juga didirikan demi memberdayakan masyarakat desa setempat. Khususnya generasi muda di desanya, yang belum memiliki pekerjaan.

"Dengan kolam tersebut, maka mereka dapat sekaligus menjadi pengurus di area wisata ini. Meskipun total karyawan kami tidak banyak, hanya sekitar 4 orang saja," katanya.

Di sisi lain, ditambahkan oleh Sumair, mulai dibukanya kolam pribadi miliknya menjadi area wisata bagi publik, seiring bentuk keprihatinan dia terhadap kondisi lingkungan di daerahnya. Lantaran, daerah ini kerap kali menjadi sasaran tindak kriminal sejumlah oknum tak bertanggung jawab.

Dengan demikian, akhirnya Kolam Pancing Ikan Lele ini boleh dikunjungi warga maupun pengunjung. Tujuannya, agar para wisatawan dan masyarakat setempat ikut menjaga kondisi keamanan lingkungan tersebut.

"Kami harap, dengan dibukanya kolam ini, tidak ada lagi aksi kriminal di kawasan ini. Namun, justru ikut mendorong peningkatan ekonomi warga," katanya.

Untuk berkunjung ke kawasan ini, setiap pengunjung hanya perlu mengeluarkan dana Rp 10.000 per sekali tabur makanan ikan. Kemudian pada penaburan makanan ikan yang kedua, mereka hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang.(AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar