Kementerian PUPR Sertifikasi Ahli Komisioning IPA

[caption id="attachment_2103" align="aligncenter" width="800"]Komisioning Instalasi Pengolahan Air Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melaksanakan Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan Kerja Komisioning Instalasi Pengolahan Air (IPA). FOTO: KEMENTERIAN PUPR[/caption]

BEKASI-SUREPLUS: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melaksanakan Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan Kerja Komisioning Instalasi Pengolahan Air (IPA). Acara ini diikuti sebanyak 20 orang peserta dari Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Pelatihan dibuka oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Lolly Martina Martief yang diwakili oleh Kepala Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Siti Bellafolijani Adimihardja.

“Pelatihan ini merupakan angkatan pertama dari dari 3 Batch pelatihan yang direncanakan,” jelasnya saat pembukaan yang juga dihadiri oleh Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta Karya Muhammad Sundoro di Balai Teknik Air Minum Bekasi, Rabu (18/2/2018) seperti dikutip dari Kementrian PUPR.

Komisioning IPA merupakan pengujian operasional suatu pekerjaan secara nyata maupun secara simulasi untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut telah dilaksanakan dan memenuhi standar dan peraturan yang berlaku. Komisioning IPA dilakukan dengan menilai kinerja setiap unit proses dan operasi pada IPA, dan membandingkan dengan parameter proses dan operasi yang mengacu pada Standar Operasi dan Prosedur (SOP) dalam dokumen perencanaan.

Seperti diketahui cakupan layanan air minum saat ini mencapai 72 %. Berbagai langkah kesempatan telah ditempuh pemerintah untuk mencapai target penambahan 10 juta sambungan rumah untuk menuju Universal Access pada tahun 2019. Dalam pelaksanaannya, pengembangan SPAM sering terkendala pada saat serah terima hibah dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Beberapa kendala salah satunya adalah kelengkapan administrasi yang kurang termasuk belum diadakannya komisioning IPA. Maka pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi bagi jabatan kerja komisioning IPA sangat penting utuk meminimalisir kendala dalam penyelenggaraan SPAM.

“Komisioning atau uji coba ini wajib dilakukan sebagaimana amanat PP No 29 tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi, yang menyatakan untuk pekerjaan tertentu uji coba wajib dilakukan atau diselenggarakan oleh instansi yang berwenang sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku. Dan tentunya komisioning IPA ini harus dilakukan oleh SDM yang kompeten untuk melakukan komisioning”, terang Muhammad Sundoro.

Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan Kerja Komisioning IPA ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para petugas komisioning IPA agar mampu menilai keandalan kinerja IPA yang baru dibangun sesuai dengan perencanaan, menilai fleksibilitas kinerja IPA yang baru dibangun, dan memberikan rekomendasi serta perbaikan-perbaikan apabila terdapat ketidaksesuaian untuk operasi dan pemeliharaan berdasarkan perencanaan.

“Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan Kerja Komisioning Instalasi Air (IPA) ini sangat penting karena ke depan komisioning IPA harus dilakukan oleh ahli komisioning IPA yang memiliki sertifikat kompetensi. Itu poin penting dari pelatihan ini”, tambah Muhammad Sundoro.

Sertifikasi keahlian dibutuhkan sebagai bukti bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) Direktorat Pengembangan SPAM tersebut kompeten dalam hal bidang komisioning IPA. Disinilah sinergi antara pemerintah dan Lembaga Sertifikasi terkait dibutuhkan dalam membentuk ASN yang kompeten. Maka selain untuk meningkatkan kompetensi ASN, dalam pelatihan ini para peserta juga akan mendapatkan sertifikasi keahlian yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Air Minum Indonesia (LSP AMI).

“Ini adalah pelatihan pertama bersertifikasi bagi Cipta Karya yang kami fasilitasi. Ke depan kami (BPSDM dan Ditjen. Cipta Karya) akan menyusun semacam Roadmap untuk pelatihan di lingkungan Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum”, ungkap Siti Bellafolijani Adimihardja dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini Siti Bellafolijani juga mengingatkan bahwa sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi itu memiliki masa berlakunya selama 2 tahun sehingga para peserta nantinya diharap tidak diam saja memegang sertifikat tetapi harus bekerja melaksanakan tugas sesuai dengan keahlian yang telah dimiliki.

“Kalau ada pelatihan, ikuti dengan baik, dapatkan sertifikatnya. Tapi ingat sertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi itu ada masa berlakunya sehingga anda tidak bisa diam saja memegang sertifikat, tetapi anda harus bekerja melaksanakan tugas sesuai dengan keahlian yang anda miliki. Untuk itu, karena memang kami melaksanakan pelatihan ini harus sesuai dengan jabatan bapak dan ibu di tempat kerja”, pesan Siti Bellafolijani di akhir sambutannya.

Dalam pelatihan ini para peserta akan diberikan materi pembelajaran di kelas, Praktik Pengujian Laboratorium dan Ujian Sertifikasi selama 2 (dua) hari oleh Lembaga Sertifikasi Air Minum Indonesia (LSP AMI).(PRS/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnaz

Posting Komentar

0 Komentar